Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Garpu Plastik Dapat Usir Hama dari Kebun Sayur, Begini Cara Buatnya

Kompas.com, 20 November 2025, 09:41 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Ideal Home

KOMPAS.com - Hama menjadi masalah yang sering dihadapi di kebun sayur, dari tikus, siput, kelinci, hingga kucing. Semua hama ini bisa merusak sayuran yang sedang tumbuh.

Untungnya, para ahli kebun telah menemukan metode unik untuk mengusir hama dari kebun sayur, yakni garpu plastik

Baca juga: Apakah Tanaman yang Mati di Kebun Rumah Harus Dicabut? 

"Hama bertubuh lunak, seperti siput dan bekicot, dapat dihalangi oleh permukaan runcing dari garpu plastik saat dimasukkan ke tanah," ujar Lucie Bradley, pakar taman dan rumah kaca di Easy Garden Irrigation, dikutip dari Ideal Home, Kamis (20/11/2025). 

Ya, garpu plastik yang biasa digunakan untuk makan dan dibawa saat piknik dapat menjaga kebun sayur tetap subur. Garpu plastik digunakan untuk membuat penghalang fisik di sekitar tanaman yang ingin dilindungi.

Dengan penghalang ini, akan membuat hama merasa tidak nyaman untuk melewatinya sehingga akan menghindari area tersebut.

Lucie mengatakan agar bekerja efektif menghalangi hama yang lebih kecil ini, garpu plastik harus ditempatkan berdekatan, menciptakan penghalang fisik yang akan menyulitkan hama untuk bermanuver.

"Garpu perlu ditempatkan sekitar lima sentimeter terpisah dan digunakan untuk mengelilingi tanaman yang sangat rentan, seperti bibit, yang dapat hancur jika ditemukan siput atau bekicot," ucapnya. 

Baca juga: Jangan Gunakan Cangkang Telur di 5 Area Kebun Ini, Bahaya! 

Selain itu, untuk mencegah kucing, kelinci, dan tupai dari area kebun, dapat membuat penghalang dari garpu plastik yang ditempatkan berdekatan sekitar tujuh sentimeter.

Hal ini akan mencegah mamalia kecil ini mengakses tanaman dengan mudah, mencegahnya menggali tanah, serta menjangkau tanaman yang mungkin ingin dirusak.

Beberapa hewan mungkin juga merasa takut melihat garpu plastik karena pantulan yang dihasilkan oleh garpu yang mengkilap dapat membuat burung enggan. 

Garpu plastik juga dapat berfungsi sebagai penghalang visual, terutama pada hari-hari cerah ketika cahaya terpantul dari garpu. 

"Garpu plastik dapat memantulkan cahaya yang biasanya dipantulkan oleh daun tanaman sehingga membuatnya kurang menarik bagi hama," kata Richard Barker, pakar hortikultura dan Direktur Komersial LBS Horticulture. 

Baca juga: 4 Area di Kebun yang Tidak Boleh Ditaburkan Ampas Kopi 

Bahaya menggunakan metode garpu plastik?

Ilustrasi garpu kayu.Unsplash/rahulhimkar Ilustrasi garpu kayu.
Menurut Lucie, garpu plastik juga mudah digunakan kembali dan dapat diambil serta diposisikan ulang setelah cuaca buruk atau dipindahkan untuk melindungi tanaman lain sepanjang tahun.

"Kita semua tahu bahwa beberapa tukang kebun terbaik adalah mereka yang menggunakan kembali dan mendaur ulang," imbuh Lucie.

Meski metode ini memang menggunakan kembali barang-barang yang mungkin dibuang di tempat sampah, risiko penggunaan plastik di kebun sayur atau kebun dapat menyebabkan mikroplastik terserap ke dalam tanah seiring waktu.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau