KOMPAS.com - Batu alam menjadi salah satu bahan yang sering dipilih untuk permukaan meja dapur. Selain tampilannya yang mewah, batu alam memiliki daya tahan yang kuat dan awet hingga bertahun-tahun, asalkan dirawat dengan baik.
Namun, sama dengan permukaan meja dapur bahan lainnya, batu alam dapat terkena sisa noda memasak, seperti minyak dan lemak, yang kerap sulit dihilangkan.
Butuh usaha ekstra untuk membersihkannya dan kehati-hatian agar tidak merusaknya. Tak heran, beberapa orang tergoda mencoba berbagai bahan pembersih tanpa memperhatikan dampaknya.
Padahal, permukaan meja dapur batu alam cenderung lebih sensitif dan membutuhkan perawatan khusus, misalnya pemberian lapisan pelindung.
Sejumlah pakar pembersihan telah membagikan bahan pembersih yang dapat merusak meja dapur batu alam seperti dikutip dari The Spruce, Jumat (13/2/2026).
Tisu basah bisa menjadi alat praktis membersihkan noda sementara setelah memasak, tapi tidak dengan tisu basah yang mengandung aroma lemon.
Elizabeth Shields, Manajer Operasional Super Cleaning Service Louisville, mengatakan kandungan asam sitrat pada lemon yang terdapat dalam tisu basah dapat merusak permukaan meja dapur.
"Tisu basah aroma lemon akan mulai mengikis lapisan pelindung. Begitu lapisan hilang, material batu di bawahnya menjadi rentan," kata Shields.
Jika mulai melihat bintik-bintik buram atau keruh pada permukaan meja dapur, itu adalah gejala awal kerusakan meja dapur.
Ilustrasi minyak esensial."Meski minyak esensial kerap dicampurkan ke bahan semprotan untuk bahan buatan sendiri, tapi bahan tersebut tidak cocok untuk permukaan batu alami," ujar Shields.
Shields menambahkan minyak esensial sangat berbahaya untuk permukaan yang tidak dilapisi dan dapat meninggalkan bercak gelap pada meja dapur.
Meski batu alami dilapisi lapisan pelindung, tidak menutup kemungkinan terjadinya kerusakan pada meja dapur.
“Penggunaan minyak esensial dapat menghasilkan lapisan mengkilap yang justru menarik debu dan mengakibatkan pembersihan jauh lebih banyak daripada yang direncanakan,” tutur Shields.
Sabun pencuci piring terbukti efektif mengangkat noda lemak dan minyak pada peralatan dapur, tapi bukan berarti bahan tersebut cocok membersihkan permukaan meja dapur dari batu alami.