Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Tanaman Dalam Ruangan yang Dapat Menarik Hama Masuk ke Rumah

Kompas.com, 13 Februari 2026, 14:54 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Kehadiran tanaman di dalam rumah dapat mempercantik ruangan serta memberikan kesejukan. Beberapa tanaman juga memiliki kemampuan membersihkan racun di udara. 

Namun, tanaman dalam ruangan juga bisa berpotensi mengundang hama masuk ke rumah dan menetap di tanaman. 

Baca juga: Air Bekas Pel Bisa untuk Menyiram Tanaman, Ini Syaratnya

Dikutip dari The Spruce, Jumat (13/2/2026), berikut sejumlah tanaman dalam ruangan yang dapat menarik hama masuk ke rumah dan kiat sederhana mengatasinya.

Lidah buaya

Ilustrasi tanaman lidah buaya.Unsplash/feeypflanzen Ilustrasi tanaman lidah buaya.
Lidah buaya termasuk tanaman hias dengan perawatan minim dan tahan banting. Perawatannya yang mudah membuat tanaman lidah buaya sering kali luput dari perhatian, salah satunya penyiraman.

Menyiram tanaman terlalu dapat membuat media tanamnga lembap dan basah, yang akhirnya dapat mengundang serangga, khusunya lalat jamur.

Serangga kecil ini sangat menyukai tanah basah dan kaya bahan organik yang membusuk. Tanah lidah buaya yang lembap adalah tempat ideal lalat jamur untuk berkembang biak

Untuk mencegah masalah ini, biarkan media tanam tetap kering dan bebas lalat jamur. Gunakan pot yang mudah mengalirkan air dan hindari penyiraman berlebih yang berppotensi menyebabkan genangan air. 

Baca juga: 5 Tanaman Sayur dan Buah yang Makin Subur Jika Sering Dipetik

Sayuran dalam ruangan

Selanjutnya, tanaman dalam ruangan yang dapat menarik hama masuk ke rumah adalah sayuran. Beberapa sayuran dapat tumbuh subur di dalam ruangan, terutama jika diletakan di lokasi yang memilliki banyak sinar matahari dan penyiraman tepat.

Namun, beberapa sayuran yang sering ditanam di dalam rumah, seperti tomat atau bawang, dapat menarik hama ke masuk ke rumah.

Kutu daun, kutu sisik, lalat putih sangat tertarik pada tanaman tersebut, terutama saat sudah mulai musim berbuah. Populasi hama tersebut dapat berkembang pesat.

Untuk mencegah hama, lakukan pemantauan setidaknya satu minggu sekali. Jika tomat dan bawang sudah matang dan siap dipetik, segera panen untuk menghindari potensi hama berkembang biak. 

Baca juga: 5 Tanaman Sayur dan Buah yang Makin Subur Jika Sering Dipetik

Pakis

Ilustrasi tanaman pakis Boston.SHUTTERSTOCK/JADEZMITH Ilustrasi tanaman pakis Boston.
Tanaman yang dikenal memiliki daun besar dan menawan ini ternyata dapat mengundah hama masuk ke rumah.

Tanaman pakis membutuhkan lingkungan yang memiliki kelembapan tinggi dan lebih banyak air daripada tanaman lain agar dapat tumbuh subur. Karena itu, pakis membutuhkan penyiraman rutin. 

Namun, jika terlalu sering disiram, tanaman pakis dapat menarik berbagai serangga, misalnya, kutu sisik, kutu putih, dan tungau laba-laba.

Sebelum hama-hama ini masuk ke rumah, sebaiknya pantau keadaan tanaman minimal satu minggu sekali. Jika indikasi terserang hama segera basmi dengan memberikan semprotan air hangat dan singkirkan hama secara lembut agar tidak merusak tanaman. 

Baca juga: 4 Tanaman Hias Berbentuk Hati yang Cocok untuk Hadiah Valentine

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau