Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tanaman Sayur dan Buah yang Makin Subur Jika Sering Dipetik

Kompas.com, 12 Februari 2026, 15:54 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menanam tanaman sayur dan buah membutuhkan kesabaran dan ketelatenan untuk terus tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah. 

Baik tanaman sayur maupun buah, perlu dirawat secara rutin, seperti memberikan pupuk untuk menunjang pertumbuhannya. 

Baca juga: 10 Tanaman Sayur yang Dapat Ditanam dan Tumbuh Subur di Pot

Menariknya, ada beberapa tanaman buah dan sayur yang semakin tumbuh subur jika sering dipanen. Semakin rutin dipetik, tanaman akan terdorong untuk terus menghasilkan daun atau buah baru sehingga bisa menikmati segar setiap waktu. 

Dikutip dari Better Homes and Gardens, Kamis (12/2/2026), berikut beberapa tanaman sayur dan buah yang makin subur jika rutin dipetik. 

Sayuran hijau berdaun

Ilustrasi tanaman bayam.SHUTTERSTOCK/Julie Clopper Ilustrasi tanaman bayam.
Corbin Scholz, Direktur Pertanian di Seed Savers Exchange, Amerika Serikat, menjelaskan, sayuran, seperti bayam, kale, dan sayuran hijau berdaun lainnya bisa dipanen secara rutin untuk mempercepat pertumbuhan kembali.

“Kamu dapat memanen daun bagian luar yang sudah besar, lalu membiarkan daun tengah yang lebih kecil terus tumbuh,” ucap Scholz

Scholz menyebut, cara ini juga berlaku untuk hampir semua sayuran hijau yang tidak membentuk kepala.

Meski begitu, Scholz menyarankan tidak memetik terlalu banyak daun sekaligus dalam sekali panen. Idealnya, jangan mengambil lebih dari sepertiga bagian tanaman agar tetap kuat dan sehat. 

Baca juga: 7 Jenis Sayuran yang Paling Cocok Ditanam di Tempat Panas 

Tomat, terong, dan paprika

Selanjutnya, tanaman sayur dan buah yang makin subur jika sering dipetik adalah tomat, terong, dan paprika.

Scholz menyebut tomat, terong, dan paprika sebaiknya segera dipanen setelah buahnya mencapai kematangan, baik warna maupun ukuran. 

Buah yang dibiarkan terlalu lama dapat memperlambat pembentukan buah baru, bahkan menghentikannya sama sekali.

Pada tomat, hal ini terutama berlaku untuk varietas indeterminate, sementara varietas determinate memang tidak akan terus berproduksi setelah panen

Kemangi 

Ilustrasi tanaman kemangi.Shutterstock/PandaStudio Ilustrasi tanaman kemangi.
Kemangi juga termasuk jenis sayuran yang perlu sering dipanen agar menghasilkan daun lebih banyak.

Kamu dapat mulai memetik tanaman herbal ini dari bagian atas tanaman dengan memotong ujung tunas yang tumbuh.

“Pemotongan sebaiknya dilakukan tepat di atas pertemuan dua daun. Cara ini akan membuat tanaman tumbuh lebih rimbun dan kuat,” ucap Scholz.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau