Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Kesalahan Memilih Backsplash Dapur yang Harus Dihindari

Kompas.com, 3 Maret 2026, 15:43 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Backsplash atau dinding di belakang kompor dapat menambah kesan cantik dan modern di dapur.

Namun, ada beberapa desain backsplash yang dapat memperburuk tampilan dapur serta membuat terlihat ketinggalan zaman. Ada pula backsplash yang rentan terkena noda dan sulit dibersihkan. 

Baca juga: 6 Warna Meja Dapur yang Dapat Sembunyikan Noda dan Kotoran

Idealnya, backsplash dapur harus tahan air dan panas serta mudah dirawat karena berfungsi melindungi dinding dapur dari berbagai cipratan saat memasak, seperti air, kotoran, dan minyak. 

Namun, banyak orang melakukan kesalahan saat memilih backsplash dapur, yang akibatnya melakukan pergantian lebih cepat.

Disadur dari Southern Living, Selasa (3/3/2026), berikut sejumlah kesalahan memilih backsplash dapur yang harus dihindari. 

Gaya tidak serasi

Ilustrasi dapur kecil.Unsplash/andreaedavis Ilustrasi dapur kecil.
Hal pertama yang perlu dihindari dalam merancang backsplash dapur adalah menghadirkan elemen yang tidak kohesif.

Meski tampak menarik, jangan hanya memilih batu atau warna favorit untuk dipasang di backsplash dapur. Cobalah gaya dan arsitektur yang kohesif dengan rumah serta pilih sesuatu yang serasi agar sesuai. 

Baca juga: 8 Barang Dapur yang Harus Disingkirkan demi Ruang yang Fungsional

“Fokuslah pada gaya dan arsitektur rumah, terutama pada kabinetnya. Jika kabinet di rumah tampak modern, pilih desain yang memiliki garis-garis lebih bersih. Jika kabinet terlihat sedikit lebih tradisional, cobalah sesuatu yang klasik agar lebih serasi,” kata Champ.

Terlalu mengikuti tren

Selanjutnya, kesalahan memilih backsplash dapur yang harus dihindari adalah terlalu mengikuti tren. 

Jamie Lynn Gernert, pendiri WYC Designs, mengatakan ragu terhadap salah satu tren backsplash yang sedang digandrungi akhir-akhir ini.

Backsplash bermotif papan catur sedang populer saat ini dan saya harap orang-orang yang memilikinya masih menyukainya sampai delapan tahun mendatang. Desain dinding dapur ini tampak trendi, tapi lebih cocok untuk pola lantai” kata Gernet.

Tren dapat mendorong orang melakukan sesuatu dan itu tidak selalu yang terbaik untuk semua orang. "Karena itu, diharapkan untuk selalu memperhatikan hal-hal tersebut,” imbuh Gernet. 

Baca juga: 5 Hal yang Harus Dihindari di Dapur Kecil agar Ruang Lebih Fungsional

Penggunaan material semen dan kaca

Finishing dari ubin semen tidak cocok untuk backsplash dapur karena terlalu berpori. Begitu pula bahan batu kapur. 

Backsplash dari material semen akan mudah menyerap partikel di dapur dan dengan cepat menjadi kotor dan bernoda secara permanen sehingga bukan pilihan cocok untuk kebersihan dan daya tahan,” ujar Gernet.

Selain semen, material lain yang sebaiknya tidak digunakan untuk membuat backsplash dapur adalah material cermin atau kaca karena bahan ini sangat reflektif. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau