Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kata Pakar Wasit Italia soal Drama Handball Jay Idzes Saat Lawan Juventus

Kompas.com, 25 Maret 2026, 09:53 WIB
Tim Kompas.com,
Yudha Riefwan Najib

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bek Sassuolo, Jay Idzes, menjadi pusat perhatian dalam laga sengit melawan Juventus pada pekan ke-30 Liga Italia (Serie A) 2025-2026.

Drama terjadi di penghujung laga ketika pemain yang juga kapten Timnas Indonesia itu dianggap melakukan pelanggaran di area terlarang yang nyaris mengubah hasil akhir pertandingan.

Insiden yang melibatkan Jay Idzes tersebut terjadi saat laga menyisakan empat menit waktu normal.

Melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR), Wasit Matteo Marchetti memutuskan untuk memberikan hadiah penalti kepada Si Nyonya Tua setelah bola mengenai tangan Jay Idzes di dalam kotak penalti.

Pertandingan yang digelar di Juventus Stadium pada Sabtu (21/3/2026) tersebut berlangsung ketat sejak menit awal.

Baca juga: Jay Idzes Kagumi Pendekatan John Herdman di Timnas Indonesia

Tuan rumah unggul lebih dulu lewat aksi Kenan Yildiz pada menit ke-14.

Skor 1-0 bertahan hingga turun minum sebelum akhirnya Andrea Pinamonti menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-52 usai menaklukkan penjaga gawang Arijanet Muric.

Puncak ketegangan muncul pada menit ke-86 saat Jay Idzes terdeteksi melakukan handball.

Meski sempat memicu protes, wasit tetap pada keputusannya memberikan tendangan 12 pas.

Namun, Sassuolo dinaungi keberuntungan lantaran Manuel Locatelli yang maju sebagai algojo gagal mencetak gol.

Tendangan Locatelli yang terlalu lemah berhasil dibaca dengan sempurna oleh Muric, sehingga skor imbang tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.

Analisis Pakar Wasit Mauro Tonolini

Baca juga: Jay Idzes Antusias Hadapi FIFA Series, Ide John Herdman di Timnas Bikin Optimistis

Insiden ini kemudian menarik perhatian anggota National Referees Committee, Mauro Tonolini.

Dalam analisanya, Tonolini menilai bahwa keputusan perangkat pertandingan untuk menghukum tindakan Idzes sudah sangat tepat secara regulasi.

Jay Idzes (kiri) mencoba membendung tembakan Davide Bartesaghi (kanan) dalam laga Liga Italia 2025-2026 AC Milan vs Sassuolo di Stadion San Siro, 14 Desember 2025. (Photo by Piero CRUCIATTI / AFP)AFP/PIERO CRUCIATTI Jay Idzes (kiri) mencoba membendung tembakan Davide Bartesaghi (kanan) dalam laga Liga Italia 2025-2026 AC Milan vs Sassuolo di Stadion San Siro, 14 Desember 2025. (Photo by Piero CRUCIATTI / AFP)

"Dalam kasus ini, tantangan terbesar bukanlah menilai apakah lengan Idzes harus dihukum, tetapi memastikan bola memang disentuh," kata Tonolini seperti dikutip dari Tutto Sassuolo.

"Kontak memang terjadi. Setelah diverifikasi, wasit dipanggil. Ada sentuhan, penalti yang jelas, dan keputusan akhir sudah benar. Idzes berusaha menjaga Vlahovic dengan lengan kanannya, tetapi lengan kirinya berada dalam posisi yang tidak wajar, dan situasi tersebut mengharuskan adanya penalti," pungkasnya.

Posisi Klasemen Sementara

Hasil imbang ini membuat posisi kedua tim di klasemen Serie A tidak mengalami perubahan signifikan.

Baca juga: Penilaian Media Italia: Emil Audero Dikritik, Jay Idzes Dipuji pada Pekan ke-30 Serie A

Penyelamatan gemilang Arijanet Muric memastikan 'dosa' yang dilakukan Idzes terhapuskan dan I Neroverdi berhasil mencuri satu poin dari markas lawan.

Saat ini, Sassuolo bertengger di peringkat ke-10 dengan koleksi 39 poin dari 30 pertandingan.

Sementara itu, Juventus masih tertahan di posisi kelima dengan mengantongi 54 angka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau