Penulis
KOMPAS.com - Sorotan tajam kini tertuju pada Marc Marquez setelah performanya di awal musim MotoGP 2026 dinilai belum menunjukkan taji yang semestinya.
Hasil balapan yang kurang memuaskan dari sang pembalap berjuluk "The Alien" ini memicu spekulasi di kalangan publik mengenai apakah masa keemasannya di lintasan balap mulai mendekati akhir.
Pada pembukaan musim ini, Marc Marquez tampak kalah pamor dari rider muda Marco Bezzecchi yang tampil konsisten dengan menyapu bersih kemenangan utama di dua seri pembuka, yakni GP Thailand dan GP Brasil.
Meskipun Marquez sempat mencatatkan kemenangan di sesi sprint seri Brasil, performanya secara keseluruhan dianggap belum segarang biasanya, yang kemudian memunculkan banyak pertanyaan.
Kondisi ini diperparah dengan hasil minor yang dialami oleh skuad Ducati. Musim ini, tim pabrikan asal Italia tersebut tampak kurang kompak dalam meraih hasil positif di barisan depan.
Baca juga: Marc Marquez di Mata Jorge Martin: Monster yang Peduli Sesama Pebalap
Di saat yang sama, Aprilia justru melejit dengan progres motor yang signifikan, sehingga mulai menggoyahkan hegemoni Ducati.
Peran Marquez yang biasanya menjadi sosok juru selamat bagi pabrikan Borgo Panigale tersebut kini terlihat mulai memudar.
Di tengah menurunnya grafik performa sang juara dunia, ayah dari Jorge Lorenzo, Chicho Lorenzo, angkat bicara mengenai faktor utama di balik situasi tersebut.
Menurutnya, masalah kebugaran fisik akibat cedera bahu yang dialami tahun lalu menjadi kendala besar bagi pembalap berusia 33 tahun itu.
"Dia mendominasi tahun lalu. Apa yang berubah dari tahun lalu ke tahun ini? Aprilia telah membuat langkah maju yang besar," kata Chicho dikutip dari Motosan.
"Dan bahu Marquez belum pulih sepenuhnya, dan dia masih punya satu tahun lagi," tambahnya.
Baca juga: Raih Podium MotoGP 2026 di Brasil, Jorge Martin Ungkap Peran Marquez
Pebalap Spanyol dari Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, beraksi dalam Sprint Race MotoGP Brasil di Sirkuit Internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 21 Maret 2026. (Foto oleh EVARISTO SA / AFP)Meskipun Marquez telah membuktikan kualitasnya dengan meraih gelar juara dunia tahun lalu, Chicho Lorenzo menilai bahwa usia dan proses pemulihan yang melambat merupakan realitas yang sulit dihindari.
Ia menyinggung kemungkinan yang mungkin sulit diterima oleh para penggemar fanatic sang pembalap, yakni garis finis karier seorang atlet.
"Cepat atau lambat, akan ada saatnya, dia sendiri yang mengatakannya, sesuatu yang tidak diterima oleh para penggemarnya," tegas Chicho.