Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tangan Dingin Fabregas Poles Talenta Como, Pelajaran untuk Tidak Takut

Kompas.com, 29 Maret 2026, 18:23 WIB
Sem Bagaskara

Penulis

KOMPAS.com - Pelajaran dari Cesc Fabregas membuat Lucas Da Cunha berkembang luar biasa di Como 1907.

Lucas Da Cunha datang saat tim masih mentas di Serie B. Kala itu, Cesc Fabregas bahkan masih bersatus pemain untuk tim beralias Il Lariani.

“Saya datang tiga tahun lalu dan saat itu kami masih di Serie B," ucap Lucas Da Cunha dalam sebuah wawancara dengan Sky Sport Italia yang disarikan oleh Tuttomercatoweb.

"Saya datang untuk bermain dan membangun kepercayaan diri. Serie B sangat sulit, di sana sepak bolanya berbeda, lebih langsung dan keras. Saya tahu saya punya kualitas, tetapi saya tidak datang untuk menjadi bintang,” ujar Lucas Da Cunha.

Lucas Da Cunha didatangkan Como dari Nice pada Januari 2023. Biaya transfernya kala itu relatif murah, cuma 750 ribu euro.

Baca juga: Lesatan Como dari Serie D, Kata Fabregas Sulit untuk Tak Jatuh Cinta

Pemain asal Perancis tersebut terus berkembang, paralel dengan lesatan klubnya Como yang kini menantang papan atas Serie A.

Lucas Da Cunha jadi bagian integral skuad Como yang memutus penantian 21 tahun untuk promosi ke Serie A pada akhir musim 2023-2024.

Lucas Da Cunha Andalan Fabregas

Setelah finis di peringkat 10 Serie A musim lalu, Como racikan Cesc Fabregas kini jadi kandidat kuat peraih tiket ke Liga Champions 2026-2027.

Como sekarang menduduki peringkat empat klasemen Liga Italia dengan perolehan 57 angka dari 30 kali bertanding.

Lucas Da Cunha beraksi dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Inter Milan vs Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Foto oleh Piero CRUCIATTI / AFP)AFP/PIERO CRUCIATTI Lucas Da Cunha beraksi dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Inter Milan vs Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Foto oleh Piero CRUCIATTI / AFP)

Nilai pasar Lucas Da Cunha pun ikut-ikutan melejit. Figur andalan Fabregas di lini tengah Como tersebut kini ditaksir memiliki nilai 20 juta euro (sekitar Rp 390,6 miliar rupiah).

Baca juga: Fabregas: Michael Bambang Hartono Harus Dikenang dengan Penuh Cinta...

Lucas Da Cunha mengakui perkembangannya sebagai pemain tak bisa dilepaskan dari peran Cesc Fabregas, rekan di ruang ganti yang kini berubah jadi pelatihnya.

“Awalnya kami punya hubungan seperti teman, tetapi kemudian kami harus mengubahnya karena sekarang dia adalah pelatih saya," ucap Lucas Da Cunha soal relasinya dengan Fabregas.

Pelajaran dari Fabregas

"Saya sangat senang, karena saya tahu dia akan menjadi pelatih hebat dan sekarang kita melihatnya. Fabregas berbicara baik tentang saya karena, tidak hanya soal sepak bola, baginya penting berurusan dengan orang-orang yang memiliki nilai," ujar Lucas Da Cunha yang punya darah Portugal.

Sebagai seorang gelandang, Lucas Da Cunha, mengaku banyak belajar dari Fabregas yang semasa bermain merupakan maestro lini tengah.

"Sebagai pemain, dia mengatakan tidak takut untuk bermain, meminta bola, hal-hal yang juga saya yakini."

"Dia ingin kami memahami taktik dengan sangat baik, sehingga kami bisa menjalankannya bahkan saat dia tidak ada,” kata Lucas Da Cunha yang merupakan jebolan akademi Rennes.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau