Penulis
KOMPAS.com — Mobil listrik (EV) kini menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk bermobilitas. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan EV secara wholesales dari pabrik ke dealer sepanjang 2025 mencapai 103.931 unit.
Angka tersebut bahkan melebihi total penjualan EV sepanjang 2020-2024 yang sebesar 71.378 unit. Dari total penjualan pada 2025, BYD memimpin dengan dominasi di setengah dari pangsa pasar nasional.
Melihat sambutan positif tersebut, BYD Indonesia pun memperkuat layanan purnajual, khusunya dalam periode mudik Lebaran 2026 untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan saat pulang ke kampung halaman.
Layanan ini meliputi penyediaan dealer siaga dan posko mudik di sejumlah titik strategis seluruh Indonesia, terutama beberapa posko di sepanjang Tol Trans Jawa.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan melihat terdapat perubahan cara pandang masyarakat terhadap kendaraan listrik. EV, lanjutnya, tidak hanya digunakan untuk perjalanan dalam kota, tetapi juga jarak jauh seperti mudik.
Pada 2024, tercatat sekitar 4.300 unit EV digunakan untuk mudik. Angka tersebut meningkat menjadi lebih dari 13.600 unit pada 2025.
Hal itu menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak lagi sekadar solusi mobilitas harian, tetapi juga semakin dipercaya untuk perjalanan jarak jauh.
“Perjalanan mudik merupakan salah satu momen mobilitas terbesar bagi masyarakat Indonesia. Kami melihat perubahan yang sangat menarik dalam cara masyarakat memandang kendaraan listrik,” ujar Luther dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (27/3/2026).
Menurut Luther, kepercayaan tersebut tidak terlepas dari dukungan teknologi kendaraan dan ekosistem yang semakin matang.
“Melalui berbagai inovasi teknologi dan dukungan ekosistem, BYD bangga dapat berada di garis terdepan dalam mendorong perkembangan kendaraan listrik di Indonesia serta menghadirkan solusi mobilitas yang semakin relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Luther.
Posko mudik dan dukungan di jalur utama
Posko mudik yang disediakan BYD Indonesia tersebar di sejumlah rest area Tol Trans Jawa.
Posko tersebut beroperasi pada 13–20 Maret 2026 untuk arus mudik serta 21–25 Maret 2026 untuk arus balik.
Lokasi posko tersebut terdiri dari Rest Area KM 57 Karawang, KM 228A Cirebon, KM 379A Batang, hingga KM 575A Madiun untuk arus mudik. Sementara pada arus balik, posko tersedia di KM 229B Cirebon dan KM 62B Karawang.
KM 57 Karawang menjadi titik utama dalam program ini. Lokasi tersebut disiapkan sebagai pusat layanan pelanggan, termasuk fasilitas pengisian daya cepat (DC fast charging) sebanyak 6 port untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pengguna EV BYD.
Posko mudik yang disediakan BYD Indonesia tersebar di sejumlah rest area Tol Trans Jawa. Posko tersebut beroperasi pada 13?20 Maret 2026 untuk arus mudik serta 21?25 Maret 2026 untuk arus balik. Adapun di setiap posko, pengguna dapat memanfaatkan berbagai layanan, seperti pengecekan ringan kendaraan, konsultasi teknis, hingga informasi jaringan pengisian daya di sepanjang rute perjalanan.
Fasilitas penunjang juga disediakan, mulai dari ruang tunggu, makanan ringan, mushola, hingga area bermain anak.
Kehadiran posko tersebut pun menjawab kebutuhan pengguna EV akan titik istirahat yang tidak hanya nyaman, tetapi juga terintegrasi dengan layanan teknis kendaraan.
Dealer siaga layanan menyeluruh
Selain posko mudik, BYD juga menyiapkan 21 dealer siaga yang tetap beroperasi selama periode 19–23 Maret 2026. Jaringan ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jabodetabek, Jawa, hingga luar Pulau Jawa, seperti Balikpapan dan Denpasar.
Dealer siaga beroperasi dengan jam layanan khusus. Sebagian memberikan layanan selama 8 jam operasional, sedangkan beberapa titik lain tetap buka 24 jam untuk mengantisipasi kebutuhan darurat pengguna selama perjalanan mudik.
Selain itu, dealer siaga juga menyediakan layanan darurat, termasuk perbaikan umum, perawatan kendaraan, serta pengecekan kondisi mobil
Sejumlah dealer juga dilengkapi fasilitas pengisian daya, baik AC charging gratis maupun DC charging melalui stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
Luther menegaskan, kesiapan layanan purnajual menjadi faktor penting dalam mendukung pengalaman pengguna selama perjalanan mudik.
BYD menyiapkan 21 dealer siaga yang tetap beroperasi selama periode 19?23 Maret 2026. Jaringan ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jabodetabek, Jawa, hingga luar Pulau Jawa, seperti Balikpapan dan Denpasar. “Kami melihat semakin banyak pengguna yang kini menjadikan EV sebagai pilihan cerdas untuk perjalanan mudik lintas kota. Namun, di balik keputusan tersebut, kesiapan ekosistem tetap menjadi faktor penting untuk memastikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi para pengguna,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dukungan yang dihadirkan tidak hanya berfokus pada saat perjalanan berlangsung, tetapi juga mencakup seluruh siklus perjalanan.
Oleh karena itu, lanjut Luther, BYD menghadirkan dukungan layanan yang komprehensif bagi para pengguna.
“Mulai dari persiapan kendaraan sebelum perjalanan, dukungan selama periode mudik berlangsung, hingga layanan setelah periode mudik selesai,” imbuh Luther.
Hadirkan program “Journey with Confidence”
Sebagai bagian dari pendekatan tersebut, BYD menghadirkan program “Journey with Confidence” yang mencakup layanan sebelum, saat, dan setelah mudik.
Salah satunya melalui General Safety Check yang berlangsung dari 20 Februari hingga 20 April 2026 di seluruh jaringan dealer resmi.
Program tersebut memungkinkan pengguna memastikan kondisi kendaraan tetap optimal, baik sebelum berangkat maupun setelah kembali dari perjalanan.
Head of After Sales PT BYD Motor Indonesia Ubaedilah mengatakan, melalui program Journey with Confidence, BYD menyiapkan berbagai dukungan layanan purnajual untuk memastikan pengguna kendaraan BYD tetap mendapatkan pendampingan selama periode mudik Lebaran.
Dukungan tersebut mencakup layanan General Safety Check sebelum perjalanan, kehadiran Posko Mudik di jalur utama perjalanan, serta jaringan dealer siaga di berbagai wilayah Indonesia yang tetap beroperasi selama periode libur Lebaran.
“Dengan kesiapan layanan ini, kami berharap, para pengguna kendaraan BYD dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih tenang karena dukungan teknis tetap tersedia apabila dibutuhkan,” terang Ubaedilah.