JAKARTA, KOMPAS.com – Mobil listrik mungil kini makin ramai meramaikan pasar otomotif Indonesia. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah Changan Lumin, city car listrik dengan desain unik dan dimensi ringkas.
Desain
Secara ukuran, Lumin punya panjang 3.270 mm, lebar 1.700 mm, tinggi 1.545 mm, dan jarak sumbu roda 1.980 mm. Kalau dibandingkan dengan Wuling Air ev, bodinya memang lebih panjang dan lebar, tapi wheelbase-nya sedikit lebih pendek.
Dari sisi tampilan, karakter Lumin langsung terlihat dari bagian depan. Headlamp berbentuk bulat besar dengan grafis setengah lingkaran jadi ciri khas utama. Desain ini bikin ekspresinya seperti “mata” yang sedikit sayu, tapi justru jadi daya tarik tersendiri.
Changan LuminLampu depannya juga diposisikan cukup tinggi di sisi kap mesin, membuat wajah mobil terlihat lebih ekspresif. Di bagian tengah ada emblem Lumin di panel hitam kecil, sementara bumper dibuat simpel dengan bukaan udara di bawah.
Masuk ke samping, desainnya cenderung sederhana. Garis bodinya minim lekukan tajam, dengan permukaan yang halus dan membulat dari depan sampai belakang.
Proporsinya juga terlihat kompak karena jarak roda depan dan belakang cukup dekat. Detail menarik lain ada di gagang pintu yang dibuat rata dengan bodi, bikin tampilannya lebih clean. Kaca sampingnya juga cukup besar, memberi kesan kabin yang lebih lega.
Untuk roda, Lumin pakai pelek dengan desain sederhana plus penutup warna putih yang memberi sentuhan futuristik.
Di bagian belakang, desainnya masih konsisten dengan depan. Lampu belakang bulat bikin tampilannya selaras, dengan tulisan Lumin di tengah pintu bagasi dan logo Changan di sisi kiri. Bumper belakang juga minimalis tanpa banyak ornamen.
Changan Lumin Interior
Masuk ke kabin, desain interiornya mengusung konsep simpel. Dasbor dibuat dengan garis horizontal yang memanjang dari kiri ke kanan, memberi kesan bersih.
Di tengah ada layar infotainment yang posisinya sedikit menonjol. Layar ini jadi pusat pengaturan berbagai fungsi, mulai dari informasi kendaraan, radio, sampai konektivitas seperti Bluetooth dan Apple CarPlay.
Di balik setir juga ada layar digital sebagai panel instrumen. Ukurannya memang tidak besar, tapi cukup untuk menampilkan informasi dasar.
Setirnya sendiri menggunakan desain dua palang dan sudah dilengkapi tombol audio steering switch, jadi pengemudi tetap bisa mengakses beberapa fungsi tanpa melepas tangan.
posisi duduk di baris kedua Changan Lumin Bagian yang cukup unik ada di konsol tengah. Lumin tidak pakai tuas transmisi konvensional, melainkan kenop putar untuk memilih gigi R, N, dan D.