Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pekanbaru Park Siap Beroperasi Oktober 2016

Kompas.com, 24 Februari 2016, 07:49 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

PEKANBARU, KOMPAS.com - Di tengah tantangan pasar Pekanbaru yang unik dan masih maraknya aksi tunda investasi (wait and see), pembangunan Pekanbaru Park tetap berjalan sesuai jadwal. 

Saat ini, tahap pertama proyek multifungsi (mixed use development) yang berlokasi di Jl Sudirman, Pekanbaru, Riau, tersebut sudah mencapai progres 70 persen. 

Tahap pertama terdiri atas dua menara kondominium hotel (kondotel) yang mencakup 153 unit Tower A dan 140 unit Tower B. 

Padahal, catatan penjualan Pekanbaru Park baru mencapai 60 persen untuk Tower A, sementara Tower B akan dilansir bulan Maret. 

"Kendati demikian, kami tetap memegang komitmen dan kepercayaan konsumen. Kami targetkan Oktober tahun 2016 ini siap dibuka untuk publik," ujar Deputy Marketing Director PT Pekanbaru Permai Propertindo, Farchan Salman kepada Kompas.com, Selasa (23/2/2016). 

Farchan menuturkan, kepercayaan konsumen sangat penting mengingat pasar Pekanbaru sempat mengalami trauma ketika beberapa proyek pengembangan sejenis mangkrak di tengah jalan.

Selain itu, bulan Oktober hingga awal 2017 merupakan masa-masa puncak (peak seasons) saat bisnis perhotelan mengalami lonjakan kebutuhan. 


Kebutuhan berasal dari meeting, incentives, convention and exhibition (MICE) baik dari kegiatan pemerintahan (government spending), maupun hiburan dan bisnis. Disusul kemudian permintaan wisatawan.

Karena itu, kondotel yang kelak dikelola Golden Tulip ini, dilengkapi dengan sembilan ruang pertemuan seluas masing-masing 350 meter persegi dan ball room seluas 521 meter persegi berkapasitas 700 orang (standing event).

"Tingkat okupansi perhotelan Pekanbaru yang mencapai angka rerata di atas 70 persen juga memotivasi kami untuk segera mewujudkan target tersebut," imbuh Farchan.

Seiring kemajuan pembangunan fisik, unit-unit Pekanbaru Park menunjukkan peningkatan harga. Sejak dipasarkan pada akhir 2014 dengan harga perdana Rp 684 juta untuk unit terkecil seluas 28 meter persegi (semi gross), saat ini sudah berada pada level Rp 900 juta.

"Untuk Tower B, kami akan mematok harga awal sekitar Rp 1 miliar per unit," tandas Farchan.

Pekanbaru Park merupakan hasil kolaborasi strategis antara Mitra Group yang berbasis bisnis pertambangan dengan PT PP Properti Tbk. Keduanya berbagi kepemilikan dengan komposisi 60 persen dan 40 persen.

Selain dua menara kondotel, proyek multifungsi yang menempati area seluas 6,4 hektar ini mencakup lifestyle center seluas 4.000 meter persegi, small office home office (SOHO) sebanyak 38 unit, dan residensial. 

Jika seluruh kompleks pengembangan Pekanbaru Park ini terbangun, nilai propertinya mencapai lebih dari Rp 1 triliun.


 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau