10 Hal Tersembunyi Ini Bikin Baterai Ponsel Boros, Coba Cek

Kompas.com, Diperbarui 31/03/2026, 16:30 WIB
Marsha Bremanda,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

Sumber GizChina

KOMPAS.com - Pernah merasa baterai ponsel pintar Anda cepat habis? Mungkin penyebabnya bukan karena baterai bermasalah, melainkan sejumlah ada hal tersembunyi alias proses background yang terus berjalan. 

Proses background merupakan aktivitas aplikasi atau sistem yang tetap berjalan meski ponsel sedang tidak digunakan. Aktivitas ini mencakup pembaruan aplikasi, sinkronisasi data, hingga pemindaian sistem.

Nah berbagai aktivitas tersebut, secara tidak langsung dapat memicu sejumlah masalah pada ponsel, termasuk menghabiskan memori, membuat perangkat terasa berat, hingga baterai terkuras lebih cepat dari yang seharusnya. 

Baca juga: Trik Pakai Google Maps Tanpa Internet biar Hemat Baterai

Lalu, apa saja jenis proses background yang paling sering membuat baterai HP cepat habis? Berikut rinciannya. 

1. Auto update aplikasi

Auto update di ponsel bisa mengakibatkan daya baterai terkuras lebih cepat. Auto update di ponsel bisa mengakibatkan daya baterai terkuras lebih cepat.

Banyak aplikasi yang mengaktifkan pembaruan (update) otomatis secara default tanpa sepengetahuan pengguna. Saat proses ini berjalan, sistem akan memeriksa dan mengunduh file baru di latar belakang. 

Tanpa disadari, aktivitas tersebut bisa memakan memori dan sumber daya sistem. Bayangkan jika beberapa aplikasi melakukan pembaruan secara bersamaan, maka perangkat bisa terasa lebih lemot dan kurang responsif. 

2. Sinkronisasi data (sync)

Data sync yang terus berjalan di latar belakang mampu membuat baterai ponsel habis lebih cepat dan perangkat jadi terasa lemot. Data sync yang terus berjalan di latar belakang mampu membuat baterai ponsel habis lebih cepat dan perangkat jadi terasa lemot.

Aplikasi yang menyinkronkan foto, file, email, atau kontak memang membantu menjaga data tetap update. Namun, proses sinkronisasi yang terus berjalan di latar belakang tanpa notifikasi khusus ini juga memberi efek buruk. 

Ketika file yang disinkronkan berukuran besar, penggunaan memori dan kerja prosesor jadi meningkat. Dampaknya, perangkat ponsel jadi terasa berat meskipun hanya membuka aplikasi atau scrolling biasa. 

3. Aplikasi cloud

Aplikasi cloud yang berjalan di latar belakang secara diam-diam bisa menguras daya baterai perangkat lebih cepat. Aplikasi cloud yang berjalan di latar belakang secara diam-diam bisa menguras daya baterai perangkat lebih cepat.

Layanan colud umumnya langsung aktif begitu perangkat dinyalakan. Aplikasi ini memantau folder, menyalin file, dan membantu menjaga data agar tetap sinkron dengan server. 

Baca juga: Tanpa Disadari, Ini 7 Hal yang Bikin Baterai Laptop Cepat Boros

Meski tidak terlihat secara langsung, aktivitas tersebut ternyata bisa menyedot memori dan siklus CPU. Mengatur ulang aplikasi cloud agar tidak otomatis berjalan di background menjadi salah satu cara untuk meningkatkan performa perangkat. 

4. Helper tools

Helper tools yang berjalan terus menerus dapat menguras kecepatan dan daya baterai perangkat. Helper tools yang berjalan terus menerus dapat menguras kecepatan dan daya baterai perangkat.

Beberapa perangkat memiliki aplikasi pendamping untuk printer, media, atau game. Aplikasi ini biasanya berjalan terus menerus untuk memeriksa pembaruan atau menjaga layanan tetap aktif. 

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau