Cek WhatsApp Anda Sekarang, Apakah Ada Tanda-tanda Disadap Jarak Jauh?

Kompas.com, Diperbarui 30/03/2026, 13:43 WIB
Zulfikar Hardiansyah

Penulis

KOMPAS.com - WhatsApp (WA) masih memungkinkan buat disadap meski punya sistem keamanan enkripsi yang diklaim kuat. Dengan begitu, Anda perlu senantiasa waspada dan memeriksa apakah terdapat tanda-tanda akun WhatsApp disadap jarak jauh.

Akun WhatsApp disadap sangat mungkin terjadi jika pengguna lalai. Sebagai informasi, di aplikasi WA, terdapat salah satu fitur yang memungkinkan terjadinya aksi penyadapan atau pengambilalihan akun pengguna.

Baca juga: WhatsApp Disadap? Ini Ciri-ciri dan Cara Menghentikannya, Jangan Panik

Jika lalai, fitur tersebut dapat menjadi celah untuk orang lain dapat mengakses akun WA pengguna tanpa izin. Pengguna bisa rutin memeriksa fitur ini di WhatsApp untuk memastikan tidak ada akses yang mencurigakan.

Cek fitur perangkat tertaut di WA

Sebagai informasi, WhatsApp memiliki fitur perangkat tertaut atau Linked Device. Fitur perangkat tertaut di WA memungkinkan pengguna untuk login akun dari aplikasi WhatsApp di HP utama ke beberapa perangkat tambahan.

Fitur Linked Device umum digunakan untuk login WhatsApp Web atau WhatsApp Dekstop. Fitur ini sejatinya berguna untuk memudahkan pengguna mengakses akun WA di beberapa perangkat tambahan sehingga tak perlu bergantung membuka aplikasi WhatsApp di HP utama.

Akan tetapi, fitur inilah yang bisa jadi celah terjadinya peretasan atau pengambilalihan akun, jika pengguna lalai. Dalam kondisi tertentu, pengguna bisa saja login akun WA di perangkat asing atau bukan milik pribadi.

Namun, setelah login akun WA di perangkat asing, pengguna mungkin lupa untuk mengeluarkannya. Dengan demikian, akun WA pengguna masih tertaut dan bisa disalahgunakan oleh orang yang memiliki perangkat asing itu.

Baca juga: 10 Ciri WhatsApp Disadap, Segera Lakukan Ini Jika Mengalaminya

Untuk memastikan disadap atau tidak, pengguna bisa memeriksa perangkat apa saja yang telah tertaut dengan akun WA melalui fitur Linked Device. Adapun cara cek perangkat tertaut di WA adalah sebagai berikut:

  • Buka menu “Settings” atau “Setelan” di aplikasi WhatsApp HP utama.
  • Kemudian, klik menu “Linked Device” atau “Perangkat Tertaut”.
  • Pada menu itu, pengguna bakal disajikan daftar semua perangkat atau platform yang telah login menggunakan akun WhatsApp.
  • Kemudian, terdapat pula informasi kapan akun WhatsApp terakhir kali aktif di satu perangkat yang telah tertaut.

Ilustrasi cara melihat perangkat tertaut di WhatsApp untuk cek apakah akun disadap atau tidak.KOMPAS.com/Zulfikar Hardiansyah Ilustrasi cara melihat perangkat tertaut di WhatsApp untuk cek apakah akun disadap atau tidak.

Setelah melakukan pemeriksaan, pengguna bisa melihat apakah terdapat perangkat asing yang tertaut dengan akun WA. Jika ditemukan perangkat asing, pengguna bisa mengeluarkannya untuk menghindari akun WhatsApp disadap.

Cara mengeluarkan perangkat tertaut di WA

Cara mengeluarkan perangkat tertaut di WA itu cukup mudah. Langkah-langkahnya mirip dengan cara di atas. Adapun penjelasan cara mengeluarkan akun WA dari perangkat lain yang tidak dikenal adalah sebagai berikut:

  • Buka menu “Settings” atau “Setelan” di aplikasi WhatsApp HP utama.
  • Kemudian, klik menu “Linked Device” atau “Perangkat Tertaut”.
  • Untuk mengeluarkan akun WhatsApp dari perangkat yang tak dikenal, klik salah satu perangkat dan pilih opsi “Log Out”.
  • Terakhir, akun WhatsApp yang tertaut di perangkat tersebut bakal dikeluarkan secara otomatis.

Penting diperhatikan, untuk menghindari akun WhatsApp disadap, pengguna sebaiknya tidak login akun WA di sembarang perangkat. Pastikan untuk senantiasa login akun WA di perangkat pribadi.

Baca juga: Segera Logout WhatsApp saat HP Hilang atau Dicuri, Begini Caranya

Namun, jika terpaksa login akun WA di perangkat asing, jangan lupa untuk segera mengeluarkannya dengan cara seperti yang diterangkan di atas.

Selain memastikan login akun WA di perangkat yang tepat, untuk menghindari penyadapan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pengguna juga, sebagaimana tertera di bawah ini yang dihimpun dari laman resmi WhatsApp:

  • Jangan pernah bagikan kode OTP atau kode verifikasi yang digunakan untuk login akun WhatsApp.
  • Aktifkan sistem keamanan verifikasi dua langkah untuk menambahkan pengamanan ekstra pada akun WhatsApp.
  • Jangan sembarangan klik tautan yang dikirim oleh nomor telepon asing.

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau