Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Barang Hotel yang Paling Sering Dibawa Pulang Tamu Saat Menginap

Kompas.com, 26 Maret 2026, 18:00 WIB
Devi Ramadhany,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kebiasaan tamu membawa pulang barang setelah menginap di kamar hotel ternyata masih sering terjadi.

Sejumlah survei dari industri perhotelan mengungkap ada beberapa barang yang paling sering “hilang” setelah tamu check-out.

Dilansir dari Forbes, survei terhadap lebih dari 1.000 staf hotel menunjukkan bahwa handuk menjadi barang yang paling sering dibawa pulang oleh tamu.

Hampir 9 dari 10 responden mengaku sering kehilangan handuk dari kamar hotel.

Selain handuk, jubah mandi (bathrobe) juga termasuk yang paling sering diambil.

Baca juga: Hotel di Thailand Diskon Besar, Dampak Krisis Perjalanan

Banyak tamu mengira barang tersebut gratis, padahal sebenarnya merupakan fasilitas hotel yang tidak boleh dibawa pulang.

Barang lain yang cukup sering “hilang” adalah gantungan baju.

Meski terlihat sederhana, gantungan baju dinilai praktis dan mudah dimasukkan ke dalam koper, sehingga cukup sering diambil oleh tamu.

Tak hanya itu, perlengkapan kamar seperti selimut dan bantal juga kerap ikut dibawa.

Baca juga: Okupansi Hotel di Yogya Selama Libur Lebaran Cenderung Turun

Sepertiga staf hotel melaporkan kehilangan bantal dari kamar tamu.

Peralatan elektronik kecil seperti hair dryer hingga remote televisi juga masuk dalam daftar barang yang sering hilang, meskipun jumlahnya tidak sebanyak handuk atau jubah mandi.

Sementara itu, menurut The Standard perlengkapan mandi seperti sabun dan sampo memang sering dibawa pulang, tetapi sebagian besar hotel memang menyediakannya sebagai barang sekali pakai yang boleh diambil tamu.

Fenomena ini bukan hanya terjadi pada barang kecil saja.

Baca juga: Jadwal, Promo, dan Cara Dapat Cashback hingga Rp 1,69 Juta di ASTINDO Travel Fair 2026

Dalam beberapa kasus ekstrem, tamu hotel bahkan dilaporkan membawa barang besar seperti kasur, karya seni, hingga peralatan sauna dari hotel mewah.

Meski terlihat sepele, kebiasaan ini menimbulkan kerugian besar bagi industri perhotelan.

Penggantian barang-barang yang hilang, terutama linen seperti handuk dan jubah mandi, disebut menjadi salah satu biaya terbesar yang harus ditanggung oleh pihak hotel setiap tahunnya.

Baca juga: Libur Idul Fitri dan Nyepi, Okupansi Hotel di Kota Malang Diprediksi Tembus 85 Persen

Sebagai catatan, tidak semua barang di kamar hotel boleh dibawa pulang.

Umumnya, hanya barang sekali pakai seperti sabun, sampo, sandal, atau alat tulis yang memang disediakan untuk tamu.

Sementara barang lain seperti handuk, bantal, hingga peralatan elektronik tetap menjadi milik hotel dan dapat dikenakan biaya jika dibawa pulang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau