HONG KONG, KOMPAS.com – North Point bukan kawasan yang biasanya masuk daftar tujuan wisata Hong Kong. Tidak ada mal mewah, tidak ada pemandangan ikonik.
Namun di balik gedung bata merah tua di Oil Street nomor 12, ada ruang seni yang sayang untuk dilewatkan. Namanya Oil Street Art Space, disingkat Oi!.
Nama tersebut bukan sekadar akronim. Dalam dialek Kanton, "Oi!" terdengar mirip dengan kata "Oil" sekaligus berfungsi sebagai seruan ajakan, seolah memanggil siapa saja yang melintas untuk masuk dan melihat lebih dekat.
Menariknya, gedung ini dulunya berdiri tepat di tepi laut saat pertama kali dibangun pada 1908 sebagai klub yacht.
Kini, setelah reklamasi mengubah garis pantai Hong Kong selama puluhan tahun, bangunan bata merah beratap genteng itu sudah terkurung jauh di dalam daratan. Statusnya kini adalah bangunan bersejarah Kelas II Hong Kong, dan sejak 2013 dikelola Art Promotion Office sebagai ruang seni terbuka untuk umum.
Oi! telah menerima sejumlah penghargaan bergengsi di bidang desain dan arsitektur, di antaranya IDA International Design Awards 2021 kategori Honorable Mention, HKIUD Greater Bay Area Urban Design Awards 2022 kategori Urban Intervention Grand Award, Hong Kong Institute of Architects Annual Awards 2022/23 kategori Finalist for the President's Award.
Kemudian, DFA Design for Asia Awards 2023, Gold Award of Universal Design Award Scheme 2024/25 dari Equal Opportunities Commission, serta HKIA Special Award 2025 untuk Urban Design dan Master Planning.
Dalam mengelola program seninya, Oi! membagi kegiatannya ke dalam empat arah kurasi. Pertama adalah Oi! Spotlight, program tahunan unggulan yang mengundang seniman lokal dan internasional untuk berpameran.
Lalu ada Oi! Daily yang menghadirkan program seni harian, Oi! So Green yang berfokus pada tema keberlanjutan dan lingkungan, serta Oi! OnSite yang menampilkan karya seni di ruang-ruang publik sekitar North Point.
Artinya, apa pun waktu kunjungan ke Hong Kong, selalu ada sesuatu yang bisa dinikmati di sini.
Pada 2026, Oi! Spotlight menghadirkan dua pameran sekaligus. Menariknya, kedua seniman yang diundang sama-sama menggunakan "air" sebagai titik tolak karya mereka, meski pendekatan dan hasilnya sangat berbeda satu sama lain.
Lima patung besar berjudul ?Spirit Consonance ? Stone's Wandering III? ini tampak bergerak pelan, mengembang dan mengempis seperti sedang bernapas.Hal pertama yang langsung terlihat begitu masuk ke halaman Oi! adalah lima patung besar berbalut material mengilap berwarna emas. Tingginya bervariasi, bentuknya tidak beraturan, dan kalau diperhatikan lebih lama, setiap patung tampak bergerak pelan, mengembang dan mengempis seperti sedang bernapas.
Karya ini berjudul “Spirit Consonance — Stone's Wandering III”, bagian dari pameran tunggal pertama Zheng Jing di Hong Kong bertajuk “Space, Ecology, Poetics: Zheng Jing's Way of Art”.
Zheng adalah seniman multidisiplin asal China Daratan yang saat ini menjabat sebagai Profesor sekaligus Pembimbing Doktoral di China Academy of Art. Pameran di Oi! ini merangkum 25 tahun perjalanan berkarya dan eksperimentasi medianya.
Inspirasi patung-patung itu datang dari batu-batu Taihu yang terkenal dari taman-taman klasik di wilayah Jiangnan, ditambah satu batu yang Zheng pilih sendiri saat mengunjungi Kowloon Walled City Park di Hong Kong.