Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Tips Membuat Kue Sapik Khas Minang, Renyah Anti Lengket

Kompas.com, 29 Maret 2026, 15:31 WIB
Suci Wulandari Putri Chaniago,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Selain rendang, salah satu makanan tradisional yang khas disajikan di Sumatera Barat, khususnya oleh orang Minang saat Lebaran yaitu kue sapik.

Kue sapik sekilas serupa dengan kue semprong, teksturnya renyah, dan agak lebih tebal dibanding semprong.

Seperti namanya, kue sapik khas Minang dimasak dengan cara dijepit menggunakan alat khusus. Umumnya, kue sapik yang baru matang, langsung dilipat ataupun digulung.

Baca juga: Resep Kue Semprong, Bisa DItambahkan Kacang Tanah

"Kue sapik bisa digulung, dan bisa pula dilipat. Kalau saya bikin digulung, supaya bentuknya rapi saat ditata di dalam stoples," kata etek Mar, pembuat kue homemade di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat saat Kompas.com temui di lokasi, Selasa (17/3/2026).

Kue Sapik tidak hanya disajikan saat Lebaran, tetapi juga pada saat acara-acara tertentu, misalnya saat acara pernikahan sebagai camilan.

Baca juga: Resep Kue Semprong Lipat, Pakai Wijen dan Kacang Tanah

Potrait pembuatan kue sapik khas Minang. Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Potrait pembuatan kue sapik khas Minang.

Rasanya manis, perpaduan antara manis dari gula pasir dan legit santan kelapa yang diperas secara tradisional.

Cara membuat kue sapik sekilas tampak mudah, tetapi jika salah teknik akan membuat kue sapik berakhir gagal.

Baca juga: Kue Semprong Yuta, Hadirkan Jajanan Klasik dengan Tepung Mocaf

Beberapa hal yang kerap tejadi saat kue sapik gagal, yaitu adonan yang lengket di cetakan, sehingga membuat bentuk kue sapik menjadi tidak proporsional.

Tips membuat kue sapik asli Minang

Simak tips membuat kue sapik asli Minang yang renyah dan antilengket, ala etek Mar berikut:

1. Jangan aduk adonan pakai mikser

Untuk membuat kue sapik, adonan harus diaduk menggunakan tangan secara perlahan, dan jangan aduk menggunakan mikser atau alat bantu sejenis.

"Jangan pakai mikser, nanti adonannya mengembang," kata etek Mar.

Baca juga: Resep Semprong Wijen Renyah untuk Isi Stoples Camilan di Rumah

2. Perhatikan urutan adonan

Potrait pembuatan kue sapik khas Minang. Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Potrait pembuatan kue sapik khas Minang.

Penting untuk tau urutan bahan saat membuat adonan. Mula mula, masukkan tepung beras, telur, adas/vanila, dan air hangat.

Kata etek Mar, untuk membuat satu bungkus tepung beras, perlu satu butir telur ayam biasa. 

Pertama, aduk adonan dengan santan dan jangan dulu tambahkan air. Setelah adonan tercampur rata, pindahkan sebagian adonan ke wadah yang lebih kecil.

Baca juga: Tips Memasak Rendang Asli Minang, Bisa Tahan Tanpa Kulkas


"Untuk pengadukan pertama, kekentalannya bisa diperkirakan, dan jangan terlalu encer. Nanti saat mencetaknya, pindahkan sebagian adonan ke wadah kecil untuk diencerkan," katanya.

Pemisahan adonan ke wadah yang lebih kecil ini penting dilakukan. Ini bisa membantu menghindari semua adonan terbuang jika pengadukkan semua adonan terlalu encer.

3. Olesi alat pencetak kue dengan minyak 

Alat pencetak kue sapik khas Minang. Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Alat pencetak kue sapik khas Minang.

Sebelum mencetak kue sapik, disarankan untuk mengoles cetakan dengan minyak sayur. Tujuannya, supaya cetakan tidak lengket.

"Kalau kue sapik lengket, biasanya juga karena kurang kelapa (santan) dan gula," kata etek Mar.

Baca juga: Resep Bubur Kampiun, Dessert Tradisional Khas Minang

4. Jangan basuh alat pencetak dengan air

Kata etek Mar, alat pencetak kue sapik tidak disarankan untuk dibasuh menggunakan air, apalagi dengan tambahan sabun pencuci piring.

Sebaiknya, bersihkan permukaan cetakan menggunakan tisu kering, kemudian simpan di tempat yang kering supaya bisa digunakan kembali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau