Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Tips Mengatasi Stres Saat Memelihara Anjing

Tidak hanya menghibur dengan tingkah lakunya, anjing juga senang untuk diajak jalan-jalan dan setia menemani ke mana pun pemiliknya pergi.

Memelihara anjing di rumah juga bisa membantu mengusir rasa bosan dan memberi kebahagiaan. Namun, ada kalanya perilaku anjing membuat stres seperti mengganggu waktu tidur, terus menggonggo, dan buang air besar sembarangan. 

Dilansir dari American Kennel Club, Senin (7/3/2022), berikut tips mengatasi stres saat memelihara anjing. 

Kamu perlu mencari tahu apa yang membuatmu stres. Jika kamu sudah stres, anjing dapat memperburuk stres tersebut. Anjing memiliki kebutuhan dan keinginan yang mungkin bertentangan dengan kesibukan pemiliknya. 

Anjing sering menderita saat pemiliknya stres. Anjing kurang mendapatkan waktu  latihan, bermain, olahraga, serta perhatian. 

Jika tidak mendapatkan cukup pengayaan (enrichment), anjing sering mengalami masalah perilaku dan dapat meningkatkan stres yang sudah dirasakan di rumah.

Kelola rasa kecewa

Perilaku anjing yang menantang sering membuat pemiliknya menjadi "orang tua" hewan yang lebih baik meski terkadang membuat kewalahan.

Kamu tidak perlu berkecil hati jika merasa frustrasi saat mencoba menghadapi perilaku buruk anjing. Tidak dapat dipungkiri ada banyak anjing yang tumbuh menjadi hewan peliharaan yang dapat menyesuaikan diri dengan baik dan tidak terlalu membuat pemiliknya stres. 

Namun, ada pula beberapa perilaku anjing yang kerap membuat pemiliknya stres. Ditambah, pemiliknya stres karena mencoba membuat anjing selalu nyaman dan aman. 

Bahkan ada beberapa pemilik yang mengalami kesedihan. Mereka membayangkan dapat membawa peliharaannya jalan-jalan dan membiarkannya bermain dengan anjing lain, tapi kenyataannya anjing peliharaan tidak nyaman dengan anjing lain.

Karena itu, kelola rasa kecewa serta fokus pada pelatihan dan menyayangi anjing yang dimiliki, bukan anjing yang ada di benakmu.

Salah satu sumber terbesar yang membuat pemilik anjing m stres adalah memiliki ekspektasi yang tidak realistis terhadap sahabat bulu.

Ini mungkin terjadi karena sering melihat unggahan di media sosial dari teman-teman atau orang asing lainnya.

Perlu diingat bahwa mereka mengunggah klip terbaik atau paling mengesankan dari anjing mereka, tapi yang ditampilkan bukanlah kenyataan yang terjadi setiap saat.

Sebaiknya, kamu tidak membandingkan anjing peliharaan kamu dengan apa yang diunggah  orang lain. Jika merasa kecewa dengan perilaku anjingmu, jangan melampiaskan rasa frustrasi kepada mereka. 

Cobalah fokus menjaga latihan tetap positif bagi anjing peliharaan. Salurkan rasa frustrasi untuk menjadi pelatih anjing yang lebih baik atau buatlah rencana latihan bersama anjing. 

Jika merasa terlalu frustrasi atau sering merasa stres karena merawat anjing, carilah bantuan. Gunakan jasa profesional untuk mengajak anjing jalan-jalan dan olahraga ketika kamu sedang bekerja. 

Mendapatkan bantuan dari pelatih anjing profesional dapat membantu kamu memahami anjing peliharaan, mempelajari cara berkomunikasi yang lebih baik antara sau sama lain, dan membantu anjing mempelajari keterampilan baru

Beri waktu istirahat

Jika mengalami hari yang menantang atau sedang dalam suasana hati yang buruk, cobalah istirahat dulu sebelum berinteraksi dengan anjing.

Anjing adalah pengamat yang sangat baik sehingga dapat merasakan emosi pemiliknya. Jika sedang kesal dan melampiaskannya pada anjing, sahabat bulu bisa merasa bingung.

Jadi, hindari melatih anjing untuk sementara waktu jika sedang merasa frustrasi atau kesal. Apabila merasa frustrasi saat sedang melatihnya, akhiri sesi latihan lebih awal serta beri anjing pujian dan makanan.

Setelah itu, tarik napas dalam-dalam dan lakukan sesuatu yang menenangkan. Tunggu sampai kamu merasa tenang sebelum kembali melatih anjing peliharaan.

https://www.kompas.com/homey/read/2022/03/07/212300176/5-tips-mengatasi-stres-saat-memelihara-anjing

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com