Tidak hanya menghibur dengan tingkah lakunya, anjing juga senang untuk diajak jalan-jalan dan setia menemani ke mana pun pemiliknya pergi.
Memelihara anjing di rumah juga bisa membantu mengusir rasa bosan dan memberi kebahagiaan. Namun, ada kalanya perilaku anjing membuat stres seperti mengganggu waktu tidur, terus menggonggo, dan buang air besar sembarangan.
Dilansir dari American Kennel Club, Senin (7/3/2022), berikut tips mengatasi stres saat memelihara anjing.
Kamu perlu mencari tahu apa yang membuatmu stres. Jika kamu sudah stres, anjing dapat memperburuk stres tersebut. Anjing memiliki kebutuhan dan keinginan yang mungkin bertentangan dengan kesibukan pemiliknya.
Anjing sering menderita saat pemiliknya stres. Anjing kurang mendapatkan waktu latihan, bermain, olahraga, serta perhatian.
Jika tidak mendapatkan cukup pengayaan (enrichment), anjing sering mengalami masalah perilaku dan dapat meningkatkan stres yang sudah dirasakan di rumah.
Kelola rasa kecewa
Perilaku anjing yang menantang sering membuat pemiliknya menjadi "orang tua" hewan yang lebih baik meski terkadang membuat kewalahan.
Kamu tidak perlu berkecil hati jika merasa frustrasi saat mencoba menghadapi perilaku buruk anjing. Tidak dapat dipungkiri ada banyak anjing yang tumbuh menjadi hewan peliharaan yang dapat menyesuaikan diri dengan baik dan tidak terlalu membuat pemiliknya stres.
Namun, ada pula beberapa perilaku anjing yang kerap membuat pemiliknya stres. Ditambah, pemiliknya stres karena mencoba membuat anjing selalu nyaman dan aman.
Bahkan ada beberapa pemilik yang mengalami kesedihan. Mereka membayangkan dapat membawa peliharaannya jalan-jalan dan membiarkannya bermain dengan anjing lain, tapi kenyataannya anjing peliharaan tidak nyaman dengan anjing lain.
Karena itu, kelola rasa kecewa serta fokus pada pelatihan dan menyayangi anjing yang dimiliki, bukan anjing yang ada di benakmu.
Salah satu sumber terbesar yang membuat pemilik anjing m stres adalah memiliki ekspektasi yang tidak realistis terhadap sahabat bulu.
Ini mungkin terjadi karena sering melihat unggahan di media sosial dari teman-teman atau orang asing lainnya.
Perlu diingat bahwa mereka mengunggah klip terbaik atau paling mengesankan dari anjing mereka, tapi yang ditampilkan bukanlah kenyataan yang terjadi setiap saat.
Sebaiknya, kamu tidak membandingkan anjing peliharaan kamu dengan apa yang diunggah orang lain. Jika merasa kecewa dengan perilaku anjingmu, jangan melampiaskan rasa frustrasi kepada mereka.
Cobalah fokus menjaga latihan tetap positif bagi anjing peliharaan. Salurkan rasa frustrasi untuk menjadi pelatih anjing yang lebih baik atau buatlah rencana latihan bersama anjing.
Jika merasa terlalu frustrasi atau sering merasa stres karena merawat anjing, carilah bantuan. Gunakan jasa profesional untuk mengajak anjing jalan-jalan dan olahraga ketika kamu sedang bekerja.
Mendapatkan bantuan dari pelatih anjing profesional dapat membantu kamu memahami anjing peliharaan, mempelajari cara berkomunikasi yang lebih baik antara sau sama lain, dan membantu anjing mempelajari keterampilan baru
Beri waktu istirahat
Jika mengalami hari yang menantang atau sedang dalam suasana hati yang buruk, cobalah istirahat dulu sebelum berinteraksi dengan anjing.
Anjing adalah pengamat yang sangat baik sehingga dapat merasakan emosi pemiliknya. Jika sedang kesal dan melampiaskannya pada anjing, sahabat bulu bisa merasa bingung.
Jadi, hindari melatih anjing untuk sementara waktu jika sedang merasa frustrasi atau kesal. Apabila merasa frustrasi saat sedang melatihnya, akhiri sesi latihan lebih awal serta beri anjing pujian dan makanan.
Setelah itu, tarik napas dalam-dalam dan lakukan sesuatu yang menenangkan. Tunggu sampai kamu merasa tenang sebelum kembali melatih anjing peliharaan.
https://www.kompas.com/homey/read/2022/03/07/212300176/5-tips-mengatasi-stres-saat-memelihara-anjing