Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

8 Kain yang Sebaiknya Dimasukkan ke Kantong Cucian Saat Mencuci

Tanpa kantong cucian, pakaian berbahan halus atau berukuran kecil akan mudah rusak atau tersangkut di mesin cuci. 

Tak hanya itu, hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan lebih serius, misalnya, penyumbatan saluran pada tabung mesin cuci.

Karena itu, untuk mencegah kerusakan, sebaiknya masukkan pakaian berbahan halus mulai dari pakaian dalam, kaus kaki, hingga pakaian olahraga ke dalam kantong jaring.

Untuk hasil maksimal, gunakan kantong dengan ukuran yang sesuai dan hindari mengisinya terlalu penuh. Sisakan ruang agar air dan detergen dapat bersirkulasi baik.

Disadur dari Real Simple, Selasa (31/3/2026), berikut beberapa kain yang sebaiknya dimasukkan ke kantong cucian saat mencuci.

Cara paling ideal membersihkannya adalah dicuci manual dengan tangan. Namun, jika menggunakan mesin cuci, pilih siklus pencucian lembut dan masukkan ke kantong cucian agar tetap aman. 

Pastikan menutup semua pengait dan pengencang agar bra tidak tersangkut pada kantong jaring.

Cara ini juga mencegah kawat merusak tabung mesin cuci atau tersangkut di pompa pembuangan. 

Kaus kaki 

Selanjutnya, kain yang sebaiknya dimasukkan ke kantong cucian saat mencuci adalah kaus kaki atau stoking. 

Memasukkan kaus kaki ke kantong cucian dapat mencegah kaus kaki tidak hilang atau terselip selama proses pencucian maupun pengeringan. 

Pakaian yang memiliki hiasan 

Pakaian dengan hiasan berupa payet, manik-manik, kancing, atau sulaman sebaiknya dimasukkan ke kantong jaring agar hiasannya tidak lepas atau berubah bentuk. 

Caranya, setelah membersihkan noda luar yang terlihat, balikkan pakaian dan masukkan hanya satu pakaian per kantong jaring sebelum menggunakan siklus pencucian lembut. 

Pakaian berbahan sutra

Sudah menjadi rahasia umum jika pakaian sutra memiliki kilau mewah yang berasal dari serat-serat panjang yang mengambang di permukaan. 

Untuk mencegah tersangkut dan kerusakan yang tidak diinginkan, pastikan selalu menggunakan kantong cucian saat mencuci sarung bantal sutra, baju, syal, dan pakaian berbahan sutra lainnya di mesin cuci. 

Pakaian olahraga

Pakaian olaharga, seperti celana yoga, bra olahraga, pakaian renang, atau celana pendek lari, juga menjadi kain yang sebaiknya dimasukkan ke kantong cucian saat mencuc. 

Umumnya, pakaian olahraga ini terbuat dari bahan sintetis berteknologi tinggi yang cenderung mudah tersangkut dengan pakaian lain atau bagian yang kasar di dalam tabung mesin cuci. 

Untuk mencegah hal ini, sebaiknya masukkan pakaian olahraga ke kantong cucian selain membantu melindungi elastisitas pakaian. 

Pakaian dalam

Pakaian dalam dan pakaian halus serta ringan lain cenderung lebih cepat rusak oleh pakaian lain, terutama jika tidak dipisahkan selama dicuci. 

Jika memiliki mesin cuci dengan pengaduk (agitator) di tengah yang umumnya ditemukan di mesin cuci bukaan atas, pakaian dalam cenderung lebih mudah terpelintir dan tertarik di dalam tabung mesin cuci. 

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya masukkan pakaian dalam ke kantong cucian jaring untuk melindunginya dari sobekan, tarikan, atau peregangan selama pencucian. 

Pakaian tenun atau rajutan longgar

Jenis pakaian lain yang perlu dimasukkan ke kantong cuaian adalah kemeja rajut atau sweater rajut.

Bahan tersebut lebih mudah tersangkut dan tertarik jika dicuci bersamaan dengan pakaian lain. Hal yang sama juga berlaku untuk kain tenun yang memiliki tenunan atau benang yang longgar.

Hal ini karena jenis pakaian ini akan mudah hilang dan dapat menyumbat mesin cuci.

Untuk itu, setelah dibersihkan dari noda, sebaiknya pisahkan cucian berdasarkan kaus kaki, celemek, dan baju bayi agar mudah dilipat dan disimpan.

Kantong jaring juga cocok digunakan untuk mencuci boneka atau perlengkapan bayi lainnya.

https://www.kompas.com/homey/read/2026/03/31/080000676/8-kain-yang-sebaiknya-dimasukkan-ke-kantong-cucian-saat-mencuci

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com