Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

3 Bahan yang Dapat Dimanfaatkan Sebagai Pengganti Detergen Saat Darurat

Untungnya, ada beberapa bahan rumah tangga yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif untuk membantu mengangkat kotoran dan noda pada pakaian. Bahan-bahan ini dapat digunakan dalam keadaan darurat.

Tentu saja, detergen yang diformulasikan khusus untuk membersihkan pakaian akan lebih efektif daripada produk lain. 

Nah, dikutip dari Hunker, Selasa (31/3/2026), berikut sejumlah bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai detergen saat kondisi darurat beserta cara penggunaannya.

Biasanya, baking soda digunakan sebagai tambahan cucian atau penghilang noda. Namun, dalam kondisi tertentu, bahan ini dapat digunakan sebagai pengganti detergen.

Caranya, tambahkan 110-240 gram baking soda, tergantung pada ukuran cucian dan tingkat kekotorannya. 

Masukkan baking soda ke mesin cuci seperti menggunakan detergen biasa. Baking soda efektif mengangkat minyak, menetralkan bau tidak sedap, menyeimbangkan kadar pH, dan membuat pakaian tetap segar meski tidak seharum jika menggunakan detergen.

Selain itu, bahan ini dapat membantu mencerahkan pakaian putih dan menghilangkan noda membandel. 

Jadi, jika pakaian terlihat agak kusam, pakaian tersebut akan tampak lebih cerah setelah dicuci dengan baking soda.

Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mencobanya sendiri. 

Meski aman digunakan di mesin cuci, kadar pH yang tinggi berpotensi merusak atau memudarkan beberapa jenis kain dan warna. 

Untuk bahan, seperti wol, sutra, atau kasmir, sebaiknya tetap menggunakan detergen khusus atau cuci kering (dry cleaning) agar tidak merusak serat kain.

Umumnya, cuka digunakan sebagai bahan tambahan atau perendam sebelum mencuci pakaian. Namun, dalam kondisi darurat, cuka tetap dapat digunakan sebagai pengganti detergen. 

Cuka mampu mengangkat noda, menetralkan bau, dan melawan jamur sehingga cocok menghilangkan bau pak pada handuk serta menghilangkan residu detergen berlebih yang tertinggal pada kain. 

Jika proses pembilasan berjalan baik, cuka tidak akan meninggalkan bau menyengat pada pakaian. 

Untuk menggunakannya, cukup tambahkan sekitar 120–125 mililiter cuka ke mesin cuci. Namun, hindari penggunaan terlalu sering karena sifat asamnya dapat merusak komponen karet mesin, seperti segel pintu dan selang.

Selain itu, tidak semua bahan cocok dengan cuka, terutama kain elastis, seperti pakaian olahraga. Cuka juga tidak boleh dicampur dengan pemutih karena dapat menghasilkan gas klorin yang berbahaya bagi mata dan sistem pernapasan.

Sabun cuci piring

Terakhir, bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti detergen saat kondisi darurat adalah sabun pencuci piring.

Namun, penggunaannya harus sangat hati-hati. Meski sama-sama berbusa, sabun cuci piring tidak dirancang sebagai pengganti detergen pakaian.

Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan busa meluap dari mesin cuci. Hal ini berisiko merusaknya karena residu sabun yang berlebih.

Kelembapan dan residu sabun tersebut dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mesin cuci. 

Pakaian mungkin akan terasa cukup bersih dan segar walau hasilnya tidak maksimal, terutama noda kotoran membandel karena bahan ini lebih efektif mengangkat lemak dan sisa makanan, bukan kotoran pada pakaian. 

Cara paling aman menggunakan sabun pencuci piring adalah mencuci pakaian dengan tangan untuk menghindari busa berlebih.

Namun, jika tetap ingin menggunakan mesin cuci, gunakan dalam jumlah sangat sedikit, sekitar satu hingga tiga sendok teh serta hindari penggunaan berlebihan agar tidak menimbulkan masalah.

Tuangkan sabun langsung ke kain sebelum memasukkannya ke mesin cuci karena getaran mesin cuci dapat menyebabkan busa meluap.

https://www.kompas.com/homey/read/2026/03/31/171749976/3-bahan-yang-dapat-dimanfaatkan-sebagai-pengganti-detergen-saat-darurat

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com