Sensasi Perburuan
Kucing memiliki naluri berburu yang sangat kuat, yang dikembangkan selama beberapa ribu tahun terakhir, sejak mulai berkeliaran di sekitar orang secara besar-besaran. Kucing hanya terlatih mengejar hal-hal yang dapat mengejar dengan baik.
Namun, kucing tidak selalu memakan mangsanya. Faktanya, hal ini jarang terjadi pada kucing peliharaan. Alih-alih untuk makanan, kucing peliharaan mungkin mengejar hewan pengerat karena berbagai alasan, di antaranya menganggap hal itu menyenangkan.
Baca juga: Mengapa Kucing Suka Berada di Kardus? Ini Penjelasannya
Kucing suka memanjakan naluri berburu mereka secara teratur. Ini olahraga yang bagus dan membuat mereka tetap waspada. Selain itu, kucing terkadang membawa kembali "piala", seperti binatang mati, karena mereka mencoba melatih cara berburu untuk diri sendiri.
Ini adalah layanan yang kucing sediakan untuk anak-anak mereka sendiri, tetapi terkadang kucing merasa bahwa kita manusia membutuhkan pelajaran juga.
Rata-rata kucing sebenarnya tidak tertarik memakan tikus yang dikejar. Ini lebih tentang perburuan itu sendiri daripada kudeta yang ditakuti. Kucing di alam liar cenderung menjadi pemburu yang lebih agresif dan lebih terampil daripada kucing yang tinggal di rumah.
Baca juga: 5 Tanda Kucing Peliharaan Tunggal Merasa Kesepian
Namun, kucing juga tidak memiliki kemewahan untuk menolak makanan hangat ketika mereka berhasil mendapatkannya. Artinya, kucing rumahan akan dengan senang hati mengejar tikus dan hewan pengerat.
Jadi, Akankah kucing menyingkirkan tikus? Tampaknya, jawabannya adalah iya. Penelitian menunjukkan hanya dengan mencium bau kucing di rumah, bahkan jika mereka tetap berada di dalam rumah sepanjang tahun, hal itu mungkin cukup untuk mengusir tikus selamanya di rumah.
Baca juga: Bolehkah Kucing Diberi Makan Nasi? Simak Penjelasannya Ini
Namun, perlu diingat, jika kucing peliharaan keluar rumah atau berburu, penting untuk memberantas masalah cacing di tubuhnya setidaknya dua kali setahun. Hal ini harus kamu lakukan karena hewan pengerat diketahui membawa parasit usus yang dapat menginfeksi kucing dan manusia.
Dikutip dari Animal Medical Center, tikus dapat terinfeksi cacing gelang yang pada gilirannya dapat menginfeksi kucing. Tak hanya itu, tikus juga membawa toxoplasma gondii, agen toxoplasmosis.
Baca juga: 6 Tanda Kucing Merasa Bosan, Apa Saja?
Toksoplasmosis mempunyai risiko lebih besar bagi manusia daripada kucing. Namun, karena kesehatan semua anggota keluarga penting, menjauhkan tikus dari rumah juga hal tak kalah penting.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang