Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

15 Cara Mengejutkan untuk Mengurangi Polusi Udara di Dalam Ruangan

Kompas.com, 29 April 2021, 15:12 WIB
Abdul Haris Maulana,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

3. Bersihkan bekas asap rokok terdahulu

Dr Sumita Khatri, MD, seorang pulmonologist di Klinik Cleveland, memberi catatan bahwa salah satu polutan udara dalam ruangan umum paling banyak adalah asap rokok maupun rokok elektrik.

Uap yang dikeluarkan saat seseorang menghisap rokok elektrik melepaskan bahan kimia yang terkait dengan penyakit paru-paru.

Aturan itu juga berlaku untuk penghuni rumahmu sebelumnya yang mungkin pernah merokok.

Jika kamu memiliki ruangan yang telah terpapar asap rokok akibat seseorang yang merokok di dalam ruangan, pastikan untuk mengganti kain atau karpet. Itu dapat berisiko bagi anak-anak atau orang dengan masalah jantung dan paru-paru kronis.

Baca juga: Tanaman Hias Terpapar Asap Rokok, Apa Dampaknya?

4. Sirami tanaman dalam ruangan secukupnya

"Penyiraman berlebih dapat berkontribusi pada pertumbuhan jamur, dan setiap air yang bocor ke lantai mengundang pertumbuhan jamur juga," kata Susan Olesik, PhD, Profesor Kimia dan Biokimia di Ohio State University di Columbus, Ohio.

Letakkan kerikil di atas tanah untuk mencegah spora jamur masuk dan mencemari udara, dinding, dan lantai. Jika area berjamur di rumahmu kurang dari 10 kaki persegi, kamu dapat menangani sendiri pekerjaan itu.

5. Bersihkan nampan penampungan air di bawah kulkas

Nampan penampungan air di bawah kulkas perlu dibersihkan dengan larutan pemutih, lalu taburi dengan garam untuk mengurangi pertumbuhan jamur dan bakteri.

Bersihkan bagian bawah kulkas sesekali untuk menghilangkan debu dan jamur, dan pastikan produk pembersihmu ramah lingkungan.

Baca juga: 10 Cara Mendapatkan Udara Bersih di Dalam Rumah Tanpa Bahan Kimia

“Produk pembersih juga bisa berbahaya, jadi pertimbangkan produk pembersih hijau dan alami yang melepaskan bahan kimia dan asap yang tidak terlalu berbahaya,” kata Khatri.

6. Cuci seprai tempat tidur dengan air yang sangat panas setiap minggu

Ini adalah cara terbaik untuk membunuh tungau debu mikroskopis yang lebih menyukai tempat tidurmu, sehingga menambah polusi udara di kamar tidur dan rumahmu, menurut  Khatri.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau