Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 20 September 2021, 15:22 WIB
Abdul Haris Maulana,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang memiliki banyak tingkah lucu.

Meski demikian, seekor kucing bisa menjadi marah dan menyerang pada hal-hal yang tidak disukainya. Untuk itu, para pemilik kucing perlu mengetahui dan menghindari hal tersebut.

Dikutip dari beberapa sumber, Senin (20/9/2021), berikut ini berbagai hal yang tidak disukai kucing.

Baca juga: Apakah Kucing Mau Membagi Kotak Pasirnya ke Kucing Lain?

Mandi

Ilustrasi memandikan kucing, kucing mandi, kucing.SHUTTERSTOCK/KD DESIGN STUDIO Ilustrasi memandikan kucing, kucing mandi, kucing.
Salah satu hal yang tidak disukai kucing adalah mandi karena kucing tidak menyukai air. Seekor kucing lebih memilih untuk self-grooming seperti menjilati bulu-bulunya ketimbang harus mandi atau terkena air. 

Terlalu banyak perhatian

Meski seekor kucing harus dirawat dan diberi perhatian, ada beberapa sahabat bulu yang tidak menyukai terlalu diperhatikan. Hal ini membuat beberapa kucing kabur ketika diajak bermain, dielus-elus, serta digendong. 

Baca juga: Tanda dan Gejala Kucing Sedang Sakit

Suara keras

Suara keras menjadi hal yang tidak disukai kucing. Hal ini mengingat daya pendengaran kucing lebih tinggi ketimbang manusia dan anjing.

Tak heran, kucing yang mendengar suara keras akan kaget, bersikap waspada, bahkan stres

Udara dingin

Meski tubuhnya dilapisi bulu yang tampak hangat, seekor kucing tidak menyukai udara dingin. Itulah mengapa kebanyakan kucing suka masuk kotak atau kardus ketika udara dingin.  

Baca juga: Gampang, Ini Cara Membuat Bulu Kucing Sehat dan Bersih

Ekor dan perutnya dipegang

Selanjuutnya, hal yang tidak disukai kucing adalah ekor dan bagian perutnya dipegang atau dielus karena ini membuat kucing tidak nyaman.

Tak heran, beberapa kucing akan marah, menyerang, dan mencakar siapa pun yang mengelus ekor dan perutnya. 

Baca juga: 4 Alasan Kucing Suka Berada di Tempat Sempit

Ditinggal sendirian

Ilustrasi kucing Siamese Unsplash/Alex Meier Ilustrasi kucing Siamese
Kucing bukanlah hewan soliter alias hidup menyendiri. Kucing mendambakan perhatian, persahabatan, dan cinta dari kucing lainnya atau manusia.

Jika seekor kucing dibiarkan sendiri untuk waktu yang lama, itu dapat membuatnya bersedih, , lesu, bahkan depresi

Baca juga: 5 Alasan Kucing Sering Mengeong dan Cara Menghadapinya

Kotak pasir yang kotor

Menggunakan toilet kotor di tempat umum atau rumah tentu sangat menjijikkan, bukan? Seekor kucing juga merasakan hal yang sama. Kotak pasir yang kotor menjadi hal yang tidak disukai kucing. 

Jadi, penting untuk membersihkan kotak pasir kucing setiap hari agar sahabat bulu tidak membuang air sembarangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau