Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Tips Menghilangkan Bau Urine Kucing di Perabot Rumah

Kompas.com, 18 September 2021, 20:40 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Meskipun kamu sudah menyediakan litter box untuk kucing peliharaan, beberapa kucing tetap memilih untuk buang air kecil di perabot rumah. Sering kali hal ini dilakukan oleh kucing jantan yang sedang menandai teritori mereka.

Selain itu penyebab kucing buang air kecil sembarangan bisa dikarenakan stres, litter box yang terlalu sempit ataupun masih dalam tahap adaptasi di lingkungan baru.

Jika tidak segera dibersihkan, urine kucing yang menempel di perabot akan menimbulkan bau pesing yang mengganggu.

Melansir dari Good Housekeeping, Sabtu (18/9/2021), berikut tips menghilangkan bau urine kucing yang menempel di perabotan rumah.

Baca juga: Cara Menghilangkan Jamur Hitam di Rumah

Karpet

Jika kamu mendapati kucing buang air kecil di karpet sebaiknya bersihkan segera. Gunakan tisu dapur yang sudah dibasahi lalu tekan-tekan di permukaan karpet yang terkena urine kucing.

Pastikan untuk tidak menggosok permukaan yang akan dibersihkan karena dapat menyebabkan kotoran menyebar.

Buatlah campuran pembersih yang berisi 1 gelas air dan 1/8 sdt cairan pencuci piring, lalu gunakan serbet untuk membersihkan permukaan karpet yang kotor.

Untuk menghilangkan bekas sabun campurkan 1 sdm cuka putih dan 1 gelas air gunakan tisu dapur untuk membersihkan.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Tak Sedap pada Sepatu Tanpa Perlu Dicuci

Lantai keramik

Untuk membersihkan urine kucing pada lantai keramik, kamu bisa menggunakan cairan pembersih lantai.

Namun jika kamu menggunakan lantai yang tidak di glasir atau cairan urine sudah menyerap di sela-sela nat sebaiknya gunakan pembersih nat keramik.

Untuk menghilangkan bau membandel, gunakan pasta kental dari campuran soda kue dan air, gosok permukaan lantai lalu bersihkan.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Makanan yang Tertinggal di Panci dan Wajan

Perabotan kayu

Beberapa perabotan kayu menggunakan sealant untuk mencegah cairan masuk ke permukaan kayu, jika perabotan kayu mu menggunakan sealant kamu bisa mengelap urine menggunakan tisu dapur dan cairan pembersih lantai.

Namun, jika urine sudah meresap ke permukaan kayu dan bau tak kunjung hilang, kamu bisa menggunakan produk penghilang bau kotoran hewan yang mengandung enzim. Produk ini bisa kamu temukan di toko hewan peliharaan.

Baca juga: 6 Cara Menghilangkan Bau Tidak Sedap di Kamar Mandi

Sofa kain

Jika kucing buang air kecil di bantal sofa, segera lepas sarung bantal dan cuci bersih menggunakan deterjen.

Namun jika urin sudah meresap ke dalam bantal, cobalah gunakan produk penghilang bau kotoran hewan dengan enzim.

Selain itu kamu juga bisa mencucinya dengan laundry khusus dry cleaning yang menggunakan mesin ozon untuk sterilisasi, mesin ini bekerja sangat baik untuk menghilangkan bau pada bantal.

Namun jika bau tak kunjung hilang, mungkin kamu perlu mempertimbangkan untuk menggantinya dengan bantal yang baru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau