Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Fakta Unik Anjing Bulldog, dari Sejarah Kelam sampai Sulit Beranak

Kompas.com, 11 Oktober 2021, 23:16 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bulldog adalah salah satu ras anjing populer di dunia. Bahkan, di Amerika Serikat, bulldog berada di peringkat empat ras anjing paling populer. 

Bulldog juga merupakan ras anjing yang memiliki penampilan khas seperti wajah yang ganas, wajah datar dan berkerut, moncong pendek, tubuh gempal, dan kaki pendek. 

Baca juga: 5 Jenis Anjing yang Bisa Dipelihara Bersama Kucing

Tak heran, membuat bulldog tampak berbeda dengan ras anjing lainnya dan menjadi pusat perhatian. Meski tampak seram, bulldog memiliki kepribadian yang tenang, ramah, serta bersahabat.

Hal ini yang membuatnya beberapa orang jatuh cinta pada bulldog dan menjadikannya sebagai anjing peliharaan

Sebut saja, penyanyi dunia Lady Gaga, bintang film Leonardo DiCaprio, serta penyanyi John Legend merupakan pesohor Hollywood yang memelihara anjing bulldog.

Tak sampai di situ, anjing bulldog masih memiliki sejumlah keunikan lain. Melansir dari laman Rover, Mental Floss, dan Dog Time, Senin (11/10/2021), berikut ini lima fakta unik anjing bulldog.  

Baca juga: 6 Ras Anjing Berbulu Keriting yang Lucu, Unik, dan Menggemaskan

Punya masa lalu kelam

Ilustrasi ras anjing bulldogUnsplash/Josue Michel Ilustrasi ras anjing bulldog
Ras anjing asal Inggris ini memiliki masa lalu atau sejarah kelam. Bulldog awalnya digunakan untuk menggiring ternak ke pasar dan dibiakkan untuk olahraga berdarah yang disebut bullbaiting atau umpan banteng. 

Umpan banteng adalah olahraga berdarah yang umum terjadi Inggris dari 1206 hingga pelarangannya yang tak terhindarkan pada 1835.

Baca juga: Bolehkah Anjing Makan Tomat?

Dalam olahraga tersebut, bulldog akan menghadapi kekerasan dan berusaha melawan banteng. Bulldog akan merayap ke tanah untuk berusaha menggigit banteng dan meraih hidung banteng dengan kasar.

Namun, dalam pergulatan tersebut sering kali mengakibatkan bulldog dilempar ke udara oleh banteng. Tak heran, banyak hewan (dan manusia) menderita luka serius dan kematian selama "olahraga" ini.

Untungnya, olahraga umpan banteng yang ganas ini sekarang sudah tidak ada. Hari ini, bulldog menjelma menjadi sahabat bulu yang ramah dan baik, terlebih pada anak-anak. 

Baca juga: Bolehkah Anjing Makan Ayam Mentah? 

Mulai menjadi anjing peliharaan

Setelah umpan banteng dilarang di Inggris, tiba-tiba bulldog menjadi anjing yang tidak diperlukan. Namun, pencinta anjing melihat potensi.

Para peternak mulai membiakkan anjing-anjing tersebut agar memiliki perilaku yang lebih baik dan lembut. Akhirnya, beberapa bulldog dibawa ke Jerman dan Amerika Serikat sebagai anjing penggembala, sedangkan di Inggris menjadi anjing peliharaan. 

Baca juga: Alasan Anjing Memakan Rumput, Benarkah karena Sedang Sakit? 

Tidak bisa berenang 

Ilustrasi bulldogUnsplash/Karsten Winegeart Ilustrasi bulldog
Memiliki kepala yang cukup besar, wajah datar, tubuh berbentuk tong, dan kaki pendek membuat hampir sebagian ras anjing bulldog kesulitan berada di dalam air atau tidak bisa berenang.

Untuk itu, ketika mengajak bulldog bermain air atau berenang, awasi mereka dengan baik agar tidak tergelincir.    

Baca juga: 5 Mitos dalam Melatih Anjing yang Tidak Perlu Dipercaya

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau