Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Kebiasaan yang Membuat Rumah Semakin Berdebu dan Cara Mengatasinya

Kompas.com, 29 Oktober 2021, 14:37 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Bobvila

JAKARTA, KOMPAS.com - Debu yang muncul di rumah merupakan sekumpulan kotoran yang berasal dari sel kulit mati, rambut, serat kain, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, serta polusi udara seperti abu kayu, bahan kimia, dan knalpot kendaraan. 

Keberadaan debu di rumah tak hanya membuat kotor, tapi juga mengganggu kesehatan, di antaranya alergi debu dan gangguan pernapasan seperti asma. 

Baca juga: Cara Menjaga Furnitur Kayu Bebas Debu Lebih Lama

Sayangnya, kemunculan debu di rumah juga turut disumbang oleh kebiasaan yang kita lakukan meski tidak disadari. Apa saja kebiasaannya? 

Melansir dari Bobvila, Jumat (29/10/2021), berikut enam kebiasaan yang membuat rumah semakin berdebu dan cara mengatasinya. 

Baca juga: Apakah Air Purifier Efektif Menghilangkan Debu di Dalam Rumah? 

Menggunakan karpet 

Menghilangkan noda bakaran pada karpetUnsplash/Sina Saadatmand Menghilangkan noda bakaran pada karpet
Karpet adalah penghasil dan magnet utama debu. Ada banyak debu yang menumpuk di karpet, terlebih bila tidak dibersihkan. 

Sebagai gantinya, cobalah menggunakan karpet shag dengan anyaman datar dan sering-seringlah menyedot debu untuk mencegah penumpukan.

Namun perlu diingat bahwa menyedot debu tidak selalu cukup. Untuk memastikan lantai benar-benar bebas alergen, bawa karpet secara teratur ke luar rumah dan goyangkan karpet untuk membersihkannya dari debu. 

Baca juga: 6 Tips Menghilangkan Debu di Rumah agar Lebih Sehat dan Bersih

Membersihkan debu dengan kain kotor atau bekas

Masih menggunakan kaus lama atau bekas untuk membersihkan debu? Hentikan kebiasaan tersebut dari sekarang. Sebaiknya, gunakan kain mikrofiber denga serat sintetisnya yang halus. Kain mikrofiber dapat menarik lebih banyak debu daripada kain katun biasa.

Untuk melakukan pembersihan dengan cepat, pilihlah kain lap mikrofiber untuk sudut dan rak yang rapat serta kain biasa untuk membersihkan permukaan meja. 

Baca juga: Ketahui, Ini Cara Tepat Membersihkan Layar TV yang Penuh Debu

Melewatkan keset

Ilustrasi keset.FREEPIK/RAWPIXEL.COM Ilustrasi keset.
Partikel kotoran kecil dapat muncul dari setiap kali seseorang atau hewan peliharaan datang atau pergi. Sepatu yang lebih bersih berarti lebih sedikit debu, jadi penting untuk meletakkan keset di setiap pintu masuk dan mencuci setiap sepatu secara teratur.

Lebih baik lagi, simpan keranjang atau rak di dekat pintu dan minta keluarga dan teman untuk melepas sepatu sebelum masuk. Ini akan membantu menahan kotoran yang tertinggal di area yang lebih kecil. 

Baca juga: Penyebab Debu Muncul Kembali Setelah Dibersihkan dan Cara Mengatasinya

Menggunakan vacuum cleaner model lama 

Penyedot debu yang berkualitas dapat membuat perbedaan besar dalam hal debu. Jika menggunakan model usang dengan filter lama, kemungkinan besar Anda tidak akan menyedot kotoran sebanyak yang seharusnya, yang berarti lebih banyak usaha dan hasil yang lebih buruk.

Cobalah ganti model vacuum cleaner Anda yang memiliki Seal of Approval Institut Karpet dan Permadani dan filter HEPA, yang dapat menangkap partikel terkecil dari debu dan serbuk sari serta membuat udara lebih segar. 

Baca juga: Debu Menumpuk di Rumah? Ini yang Harus Dilakukan

Membiarkan udara menjadi terlalu kering

Debu menyukai statis, yang membantu kotoran dan serpihan menempel pada permukaan. Untuk mencegah debu menjadi terlalu nyaman, usahakan menjaga kelembapan di rumah  sekitar 40-50 persen.

Gunakan pelembap udara pada musim dingin atau simpan baki air di atas radiator Anda untuk menambahkan H2O atau air ke udara. 

Baca juga: Ini Pilihan Jenis Keset untuk Menyaring Debu dan Kotoran

Tidak membersihkan tirai

Ilustrasi gorden atau tirai. PIXABAY/DADOGI Ilustrasi gorden atau tirai.
Kapan terakhir kali membersihkan tirai atau gorden? Menggantung tepat di dekat jendela yang terbuka, tirai menjadi magnet yang kuat untuk setiap debu yang masuk atau keluar.

Untuk menyegarkannya, buka penutup jendela dengan kain mikrostatis atau penyedot debu pada vacuum cleaner Anda. Tirai membutuhkan TLC yang sama.

Gunakan vakum genggam kecil untuk menghilangkan kotoran dan turunkan gorden, lalu cuci  sekali atau dua kali setahun. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau