Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 29 Oktober 2021, 15:15 WIB
Abdul Haris Maulana,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Membuat tanaman aglonema bertunas bisa menjadi salah satu tantangan besar bagi setiap pemiliknya.

Sebab, tunas aglonema bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak tanaman aglonema tanpa harus membeli yang baru. Bagi kamu yang sudah lama memiliki aglonema, tapi belum juga bertunas, ada beberapa cara yang perlu dilakukan. 

Dikutip dari kanal YouTube Hobi Bunga, Jumat (29/10/2021), berikut cara membuat tanaman aglonema cepat bertunas. 

Baca juga: Bisakah Pupuk Micin Digunakan untuk Anakan Aglonema?

Gunakan media tanam yang gembur

Media tanam menjadi salah satu komponen sangat penting bagi pertumbuhan aglonema. Untuk aglonema cepat bertunas, pastikan menggunakan media tanam yang gembur dan bernutrisi.

Media tanam yang gembur akan mempermudah aglonema mengeluarkan tunasnya. Sedangkan media tanam yang terlalu padat hingga keras membuat tunas aglonema susah keluar.

Sekalipun tunas keluar, media tanam yang terlalu padat dan keras membuat tunas susah besarnya. Untuk itu, gunakan media tanam yang porous seperti sekam. Untuk nutrisi media tanamnya, gunakan pupuk kandang. 

Namun, ingat gunakan pupuk kandang yang sudah siap pakai, tapi hindari yang masih baru karena masih panas dan tidak baik untuk aglonema. 

Baca juga: Cara Membuat Daun Anakan Aglonema Tumbuh Lebih Besar dengan Cepat

Gunakan pot berukuran tidak terlalu besar

Sebagian besar aglonema dapat bertahan hidup pada kondisi cahaya yang redup, sehingga dapat diletakkan di kamar tidur.UNSPLASH/SEVERIN CANDRIAN Sebagian besar aglonema dapat bertahan hidup pada kondisi cahaya yang redup, sehingga dapat diletakkan di kamar tidur.
Sesuaikan ukuran pot dengan ukuran aglonema agar aglonema tidak fokus pada pembesaran akar. Jadi, untuk membuat tunas aglonema keluar, kamu perlu menyesuaikan pot dengan ukuran aglonema. 

Kurangi penggunaan pupuk daun

Cara lain agar aglonema cepat bertunas adalah mengurangi penggunaan pupuk daun. Sebab, pupuk daun berguna memperbesar daun dan mempercepat pertumbuhan aglonema.

Jika selama ini kamu mengaplikasikan pupuk daun setiap dua minggu sekali, kurangi menjadi tiga sampai empat minggu sekali. 

Baca juga: 3 Langkah Mengurangi Warna Hijau yang Dominan pada Daun Aglonema

Perbanyak vitamin B1

Jangan lupa memperbanyak vitamin B1 agar aglonema tetap segar selalu. Apabila tidak ada vitamin B1, kamu bisa memanfaatkan air cucian beras.

Pastikan umur aglonema sudah cukup untuk bertunas

Hal penting yang perlu diperhatikan saat ingin membuat aglonema cepat bertunas adalah usia aglonema itu sendiri.

Sebab, apabila usia aglonema belum cukup untuk bertunas, metode apa pun yang dilakukan untuk membuatnya cepat bertunas akan sia-sia. 

Baca juga: Cara Tepat Menyiram Aglonema agar Tumbuh Rimbun dan Berdaun Besar

Untuk tanaman aglomema lokal, mereka bisa bertunas ketika sudah berusia enam bulan apabila kondisinya sehat dan subur.

Namun, untuk tanaman aglonema impor seperti suksom jaipong, tricolor, dan sebagainya biasanya baru bisa bertunas ketika sudah berusia satu tahun lebih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau