Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Penyebab Kucing Peliharaan Mengeluarkan Banyak Air Liur

Kompas.com, 6 Februari 2022, 18:00 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Seringkali anjing menjulurkan lidah dan meneteskan air liurnya untuk berbagai alasan.

Tak hanya pada anjing, meskipun jarang ditemui hal ini juga terjadi pada kucing. Saat kucing mengeluarkan air liur yang berlebihan, kamu bisa menemukan area mulut yang basah.

Ada beberapa alasan mengapa kucing mengeluarkan air liur yang berlebih. Beberapa penyebabnya bahkan sangat serius sehingga perlu penanganan dokter hewan. Namun beberapa penyebab lain relatif tidak bahaya dan akan hilang seiring berjalannya waktu.

Melansir dari Daily Paws, Kamis (30/9/2021), berikut penyebab kucing peliharaan mengeluarkan air liur berlebih.

Baca juga: 7 Gejala Kucing Sakit yang Harus Diperhatikan

Kucing sedang sakit

Menurut Ethan Nunnally, DVM, dari kedokteran dan Bedah hewan di pusat kesehatan hewan Albia, Lowa, saat kucing memproduksi liur yang berlebih ini bisa menjadi tanda bahwa kucing sedang sakit.

Air liur yang berlebih dapat menjadi pertanda kucing mengalami stomatitis, radang mulut dan bibir. Penyakit gusi dan gigi juga bisa menjadi penyebabnya.

Baca juga: 6 Alasan Kucing Suka Berada di Bawah Selimut

Ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan kucing

Jika kucing peliharaanmu seringkali bermain keluar, ia mungkin telah memakan rumput, daun tanaman atau benda lain yang mungkin tersangkut di tenggorokan.

Benda asing ini akan menyulitkan kucing untuk menelan dan sebagai responnya ia akan mengeluarkan liur.

Baca juga: Ketahui, Ini Alasan Kucing Melengkungkan Punggungnya

Makan sesuatu dengan rasa yang tidak enak

Umumnya kucing akan memproduksi liur berlebihan saat makan makanan yang memiliki rasa tidak enak atau aneh.

Jika kucing menelan racun mereka cenderung akan muntah, namun saat mereka baru mengunyah makanan dengan rasa yang aneh, kucing akan mengeluarkan air liur untuk menghilangkan rasa yang tertinggal di mulutnya.

Jika kucing mengeluarkan jumlah air liur yang tidak biasa, Ethan menyarankan sebaiknya segera bawa ke dokter hewan.

Baca juga: Alasan Kucing Bersembunyi dan Hilang Saat akan Mati

Kucing sedang cemas

Ada berbagai alasan kucing merasa cemas, salah satunya ialah saat perjalanan. Jika kamu membawa kucing dengan menggunakan carrier ke dokter hewan , kucing mungkin akan berliur karena cemas.

Kucing pada umumnya tidak menyukai perubahan, dan sesuatu yang tidak biasa seperti naik mobil dapat meningkatkan tingkat kecemasan mereka, serta meningkatkan kelenjar ludah mereka.

Baca juga: Punya Kucing Penakut? Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Berani

Kucing merasa takut

JIka kucing merasa terancam, ia mungkin akan mengeluarkan air liur berlebih. Jika memungkinkan, bawa kucing jauh dari penyebab stress. Biasanya ketika kucing sudah merasa aman mereka akan berhenti berliur.

Sedang senang atau santai

Menurut Marilyn Krieger seorang konsultan perilaku kucing bersertifikat di San Francisco dan penulis buku Naughty No More, beberapa kucing mengeluarkan air liur saat mereka bahagia. Bisa jadi dia bahagia berada didekatmu sehingga mengeluarkan liur yang berlebih.

Jika kamu tidak nyaman dengan kondisi ini, sediakan handuk atau waslap saat akan mengelus bulunya agar kamu tidak terkena liurnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau