Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyebab dan Cara Menghentikan Kucing Buang Kotoran di Bathtub dan Wastafel

Kompas.com, 17 Februari 2025, 10:06 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kucing umumnya adalah hewan yang sangat bersih dan rapi, termasuk dalam hal membuang kotoran.

Kucing peliharaan yang telah diajari menggunakan kotak pasir akan membuang kotoran, baik air kecil maupun besar, di dalam kotak. 

Baca juga: 7 Ras Kucing Asal Asia yang Menarik untuk Dipelihara

Namun, kucing dapat secara tiba-tiba meninggalkan kotak kotorannya dan mulai buang air besar sembarangan di kamar mandi, seperti shower, bathtub, atau wastafel.

Secara keseluruhan, mendapati kucing buang kotoran sembarangan merupakan kejadian  tidak menyenangkan. Tentu saja, hal ini dapat membuat frustasi dan rumah menjadi berbau. 

Untungnya, perilaku ini dapat dihentikan jika kucing peliharaan dalam kondisi sehat dengan mengubah berbagai hal di kamar mandi dan membuat kotak kotorannya lebih menarik.

Mengapa kucing buang kotoran di bathtub dan wastafel?

Ilustrasi kucing buang kotoran di kotak pasir, Ilustrasi kotak pasir kucing.Shutterstock/Africa Studio Ilustrasi kucing buang kotoran di kotak pasir, Ilustrasi kotak pasir kucing.
Perilaku kamar mandi setiap kucing berbeda-beda dan masalah kotak pasir dapat disebabkan sejumlah hal, seperti masalah kesehatan, stres, faktor lingkungan, atau kombinasi dari semua hal tersebut.

Namun, ketika kucing buang kotoran di area terlarang setelah setia menggunakan kotak pasirnya (praktik yang dikenal sebagai mengotori rumah), ini menandakan sahabat bulu sedang mencoba memberi tahu Anda sesuatu.

Pertama, periksa kotak pasir kucing untuk memastikan kotak tersebut tidak penuh, berbau tidak sedap, atau terbalik.

Selain itu, pastikan tidak ada yang menghalangi akses kucing ke kotak pasir. Apa pun tentang kotak yang tampak tidak sesuai dengan kucing peliharaan dapat mendorongnya melakukan buang kotoran di tempat lain. 

Nah, dikutip dari The Spruce Pets, Senin (17/1/2025), berikut sejumlah penyebab kucing buang kotoran di bathtub dan wastafel serta cara menghentikannya. 

Baca juga: Kenapa Ada Kucing yang Jarang Mengeong? 

  • Masalah kesehatan

Kucing yang buang kotoran di depan pemiliknya menandakan meminta bantuan. Sistitis (radang kandung kemih) dan batu kandung kemih terkadang membuat kucing buang air besar (dan buang air kecil) di tempat yang tidak semestinya serta kucing mungkin menunjukkannya dengan berpose di depan pemiliknya.

Rasa sakit saat buang air besar akibat sembelit, misalnya, dapat mendorong kucing untuk menghindari kotak pasir jika mengasosiasikannya dengan rasa tidak nyaman.

Jika mencurigai perubahan ini disebabkan masalah kesehatan, segera buat janji dengan dokter hewan. Dokter hewan kemungkinan akan melakukan pemeriksaan fisik dan menggunakan pemeriksaan darah atau radiografi untuk menentukan apakah ada infeksi atau masalah pencernaan atau saluran kemih. 

Baca juga: Kenapa Kucing Tidak Suka Air? Ini Alasannya

  • Masalah perilaku

Perubahan dinamika rumah tangga sering kali menjadi penyebab stres dan kecemasan pada kucing yang sensitif. Hal ini akhirnya menyebabkan kucing buang kotoran di luar kotak pasir.

Contohnya, kehadiran anggota baru dalam keluarga, seperti bayi baru atau kehilangan salah satu anggota keluarga.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau