Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menghilangkan Noda Kuning pada Bantal, Kembali Putih Kinclong

Kompas.com, 22 April 2025, 08:15 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Ideal Home

JAKARTA, KOMPAS.com - Bantal tidur yang dulunya berwarna putih dan terlihat bersih seiring waktu dapat berubah warna menjadi kuning serta tampak kurang bersih. 

Noda kuning menjadi masalah umum yang bisa terjadi pada bantal terbaik sekalipun. Namun, kabar baiknya, ada beberapa cara menghilangkan noda kuning pada bantal ini serta metode untuk mencegahnya terjadi pada masa depan. 

Baca juga: Jangan Dibuang, Ini 5 Cara Memanfaatkan Sarung Bantal Bekas 

Petya Holevich, ahli kebersihan di Fantastic Services, mengatakan menghilangkan noda kuning pada bantal bisa jadi sedikit menantang. Namun, dengan pendekatan tepat, kamu bisa mengatasi masalah ini dengan mudah. 

Nah, dilansir dari Ideal Home, Selasa (22/4/2025), berikut cara menghilangkan noda kuning pada bantal

Alat dan bahan 

  • Penghilang noda sebelum pencucian.
  • Detergen cair yang lembut. 
  • Bola pengering atau bola tenis bersih (opsional). 

Periksa label perawatan

ilustrasi mencuci bantalShutterstock/Bowonpat Sakaew ilustrasi mencuci bantal
Sebagian besar bantal dapat dibersihkan di tempat, tetapi tidak semua dapat dicuci atau direndam dalam air.

Jadi, langkah pertama adalah memeriksa label perawatan terlebih dahulu untuk memastikan dapat membersihkan bantal

Baca juga: 6 Cara Memanfaatkan Kembali Bantal Bekas

Identifikasi penyebabnya

Selanjutnya, cara menghilangkan noda kuning pada bantal adalah mengidentifikasi penyebabnya. 

Petya mengatakan penyebab paling umum bantal menguning adalah keringat, minyak tubuh, dan air liur. Memilih produk yang tepat merupakan faktor sangat penting untuk menghilangkan noda kuning dari bantal secara efektif.

“Beberapa pilihan paling efektif yang saya rekomendasikan adalah detergen cair ringan yang dicampur dengan air dengan perbandingan sama untuk noda umum, seperti keringat dan minyak tubuh," ucap Petya. 

Sementara itu, pembersih enzimatik untuk noda organik, seperti air liur, pemutih oksigen sebagai alternatif lebih aman daripada pemutih klorin untuk memutihkan dan penghilang noda komersial yang secara khusus diformulasikan untuk berbagai jenis noda.

Namun, kamu juga dapat memilih produk pembersih alami. “Baking soda berfungsi sebagai penghilang bau alami dan penghilang noda ringan pada bantal,” kata Petya.

Cuka putih juga dapat menghilangkan bau tak sedap dan air perasan lemon memiliki sifat pemutih alami. 

Selain itu, beberapa minyak esensial, seperti minyak pohon teh atau minyak lavender, memiliki sifat antibakteri. Menambahkan beberapa tetes minyak ini pada detergen biasa saat mencuci bantal dapat bekerja sangat efektif mengatasi noda pada bantal.

Namun, menggunakan metode pembersihan alami membutuhkan lebih banyak waktu dan ketekunan dan mungkin perlu diulang dibanding memakai pemutih. 

Baca juga: Catat, Ini Tanda Perlu Mengganti Bantal dan Cara Mencucinya 

Lakukan perawatan awal pada noda jika memungkinkan

Petya mengatakan jika noda bantal disebabkan keringat dan minyak tubuh, buat larutan yang terdiri atas air dan detergen cair dengan perbandingan sama, lalu oleskan dengan lembut pada area yang terkena noda dengan kain atau spons bersih. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau