Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

12 Aroma yang Tidak Disukai Kucing, Bisa Bikin Sakit

Kompas.com, 17 Juli 2025, 08:25 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Hepper

JAKARTA, KOMPAS.com - Kucing dapat mencium bau setidaknya 14 kali lebih baik daripada manusia dan sering kali menganggap aroma yang umumnya menyenangkan bagi manusia sebagai sesuatu yang berlebihan.

Aroma yang biasanya tidak disukai kucing terbagi dalam dua kategori. Pertama, aroma yang terlalu kuat untuk ditoleransi oleh hidung kucing yang sensitif. 

Baca juga: 7 Cara Menghilangkan Bau Kucing dari Rumah, Dijamin Enggak Muncul Lagi

Kedua, aroma yang terkait dengan produk dan makanan yang tidak dapat dicerna tubuh kucing.

Meski ada banyak aroma yang dapat membuat kucing "gila", ada beberapa bau yang secara teratur menduduki peringkat teratas sebagai bau yang mengganggu.

Dilansir dari Hepper, Kamis (17/7/2025), berikut beberapa aroma yang tidak disukai kucing dan alasannya.

Kotak pasir yang kotor 

Karena memiliki indera penciuman yang tajam, banyak kucing sangat sensitif terhadap bau kotak pasirnya.

Beberapa kucing menolak menggunakan kotak pasir jika tidak dibersihkan dengan baik atau cukup sering mencegah bau yang menyengat.

Urine dan kotoran harus dibuang setiap hari dari kotak pasir kucing. Pasir yang tidak menggumpal membutuhkan pengadukan dan pembuangan kotoran setiap hari agar tetap bersih, tetapi baik dalam menyerap bau urine. 

Baca juga: Menggunting Kumis Kucing, Apakah Bisa Tumbuh Kembali?

Kayu manis

Ilustrasi kayu manis. Freepik/zerbaijan_stockers Ilustrasi kayu manis.
Selanjutnya, aroma yang tidak disukai kucing adalah kayu manis. Meski tidak semua kucing, sahabat bulu memiliki masalah dengan bau kayu manis.

Manusia sering mengasosiasikan aroma kayu manis yang hangat dan kaya dengan makanan yang dipanggang, tapi aroma kayu manis sering kali terlalu menyengat bagi hidung kucing.

Rempah-rempah ini berasal dari pohon yang merupakan bagian dari keluarga yang sama dengan pohon salam dan dihasilkan dari lapisan dalam kulit kayu. 

Pinus 

Beberapa kucing memiliki perasaan kuat terhadap aroma pinus. Ini menjadi salah satu alasan mengapa pasir kucing pinus yang ramah lingkungan dapat sulit diterima oleh beberapa kucing.

Kucing yang tidak menyukai aroma pinus kemungkinan besar akan kewalahan dengan racun kuat yang dihasilkan kayu tersebut.

Produk pembersih yang mengandung pinus terkadang membuat kucing berlarian dan jarum pinus yang jatuh dari pohon dapat menyebabkan masalah karena ujungnya yang tajam. 

Baca juga: 6 Alasan Kucing Sering Menunjukkan Pantat pada Pemiliknya

Cuka

Ilustrasi cuka. SHUTTERSTOCK/KAI KEISUKE Ilustrasi cuka.
Cuka juga menjadi aroma yang tidak disukai kucing karena aromanya menyengat dan dapat bertahan cukup lama.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau