Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Anjing Rabies Bisa Disembuhkan? Begini Penjelasan Dokter Hewan

Kompas.com, 3 Oktober 2025, 07:40 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Rabies merupakan salah satu penyakit menular yang paling berbahaya pada hewan, khususnya anjing. 

Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat berakibat fatal, baik bagi hewan maupun manusia. 

Karena sifatnya yang mematikan, pemahaman tentang penyakit rabies pada anjing menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi pemilik hewan peliharaan dan masyarakat yang hidup di wilayah dengan risiko tinggi.

Baca juga: Cara Mencegah Anjing dan Kucing Terinfeksi Rabies Menurut Dokter Hewan

Apakah rabies bisa disembuhkan?

Ilustrasi anjing sakitFreepik/benzoix Ilustrasi anjing sakit

Menurut drh. Lavinta Viena, anjing yang terinfeksi rabies tidak bisa disembuhkan dan tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya.

"Setelah gejala klinis rabies muncul pada anjing, penyakit ini dianggap fatal, dan tidak ada pengobatan efektif yang dapat menyembuhkan penyakit ini," ujar drh. Lavinta Viena, Co-founder Vet Furries House Call Vet, kepada Kompas.com, Kamis (2/10/2025).

Oleh karena itu, drh. Lavinta mengingatkan akan pentingnya vaksin rabies guna melindungi anjing dan juga manusia di sekitarnya, mengingat rabies merupakan penyakit zoonosis yang bisa menular ke manusia. 

"Vaksin pertama sebaiknya diberikan pada anjing usia 4 bulan," ujarnya.

"Umumnya, vaksin rabies perlu diulang setiap 1 tahun sekali atau sesuai rekomendasi dokter hewan dan jenis vaksin yang digunakan," imbuh drh. Lavinta.

Baca juga: Hari Rabies Sedunia, Ketahui Ini Bahaya, Penularan, dan Gejalanya

Apa saja gejala rabies pada anjing?

Ilustrasi anjing sakit.Unsplash/Ryan Stone Ilustrasi anjing sakit.

Menurut drh. Lavinta, berikut adalah beberapa gejala awal rabies pada anjing yang perlu diwaspadai pemilik:

  • Adanya perubahan perilaku menjadi agresif atau sebaliknya
  • Cemas dan gelisah
  • Demam
  • Tampak lesu
  • Tidak nafsu makan

Masa inkubasi penyakit rabies biasanya memakan waktu 2-8 minggu, namun gejala klinisnya dapat muncul lebih cepat atau lebih lama, bergantung lokasi gigitan dan jumlah virus yang masuk.

"Biasanya, dokter hewan akan observasi selama 10-14 hari untuk melihat perkembangan gejala klinis anjing yang dicurigai terinfeksi rabies," ucap drh. Lavinta.

Baca juga: Tanda dan Penyebab Kucing Terkena Rabies, Ini Kata Dokter Hewan

Meski demikian, drh. Lavinta mengatakan, pada hewan hidup, diagnosis rabies hanya bisa “dugaan kuat” berdasarkan gejala dan riwayat gigitan atau kontak.

"Diagnosis pasti rabies hanya bisa dilakukan melalui uji laboratorium pada jaringan otak hewan yang sudah mati," katanya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau