Penulis
KOMPAS.com - Layaknya detergen, pelembut pakaian banyak digunakan orang saat mencuci pakaian untuk menjaga kain tetap lembut, mengurangi kerutan, serta mengharumkan.
"Pelembut pakaian melapisi kain untuk menghaluskan serat dan membuatnya terasa lebih lembut sekaligus meninggalkan zat pengkondisi yang dapat kamu rasakan saat menyentuhnya," kata Patric Richardson dari Laundry Evangelist.
Baca juga: Bahaya Membiarkan Cucian Semalaman di Mesin Cuci Menurut Ahli
Produk pelembut pakaian menciptakan lapisan pelindung pada kain tertentu, yang tidak hanya membuat pakaian harum, tetapi juga mengurangi gesekan antarserat.
Jika digunakan pada bahan yang tepat, pelembut pakaian merupakan cara efektif memperpanjang usia pakai pakaian.
Pelembut pakaian tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk cairan, lembaran pengering, dan bubuk.
Meski begitu, terlepas dari banyak manfaat pelembut pakaian, jika digunakan secara tidak tepat, pelembut pakaian dapat merusak beberapa jenis kain, seperti wol kasmir.
Ilustrasi pelembut pakaian."Beberapa kain, termasuk serat mikro dan wol, dapat rusak jika dilapisi pelembut pakaian," kata Richardson.
Nah, dilansir dari Martha Stewart, Kamis (30/10/2025), berikut beberapa kain yang tidak boleh menggunakan pelembut pakaian.
Baca juga: Menjemur Pakaian di Luar Rumah Saat Musim Hujan, Apakah Bisa?
Jika menggunakan pelembut pakaian saat mencuci atau mengeringkan wol halus, sebaiknya pertimbangkan kembali.
"Kelembutan pada kain, seperti wol, kasmir, dan mohair, memberikan tekstur ringan dan mengembang, tetapi ketika kamu melapisinya dengan pelembut, tekstur dan kehangatannya akan hilang," ujar Richardson.
Sebaiknya, mencuci kain ini dengan detergen yang akan membilas sepenuhnya agar nuansa alaminya tetap terasa alih-alih menggunakan pelembut pakaian.
Selanjutnya, kain yang tidak boleh menggunakan pelembut pakaian adalah mantel dan selimut berbahan bulu angsa.
Karena pelembut pakaian menciptakan lapisan lilin yang dirancang untuk melembutkan cucian, pelembut pakaian ini tidak aman digunakan pada pakaian berbahan bulu angsa atau bulu domba, seperti selimut, jaket, juga mantel.
"Pakaian berbahan bulu angsa dan bulu domba mengandalkan ruang udara kecil di antara bulu-bulunya dan penggunaan pelembut pakaian akan melapisi bulu dan meratakannya," imbuh Richardson.