Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Asal, Ini 3 Tips Mencuci Piring agar Bersih Maksimal

Kompas.com, 9 Februari 2026, 18:02 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Meski terkesan sepele, mencuci piring membutuhkan teknik yang tepat agar hasilnya benar-benar bersih dan tidak merusak peralatan.

Beberapa jenis peralatan, seperti porselen halus, besi cor, dan kristal, umumnya hanya aman dicuci dengan tangan.

Selain itu, peralatan yang sangat kotor atau penuh sisa makanan kering sering kali perlu direndam dan digosok terlebih dahulu sebelum benar-benar bersih.

Tips mencuci piring 

Agar kegiatan mencuci piring lebih efisien dan hasilnya maksimal, dilansir dari Better Homes and Gardens, berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan.

Baca juga: Spons Pencuci Piring Rawan Jadi Sarang Bakteri, Bahayakah?

Gunakan perlengkapan yang tepat

Pertama, tentu kamu perlu menyiapkan sabun cuci piring cair yang pekat dan spons. Jika sering mencuci piring, disarankan menggunakan sarung tangan karet untuk melindungi kulit tangan dari iritasi dan kering.

Pemilihan spons juga penting. Spons yang memiliki sisi lembut dan sisi agak kasar memudahkan membersihkan peralatan yang halus sekaligus yang memerlukan tenaga ekstra.

Spons sebaiknya dibilas dan diperas sampai kering setiap selesai digunakan agar tidak menjadi sarang bakteri. Selain itu, spons perlu diganti secara berkala, terutama jika mulai berbau.

Sediakan pula tempat untuk menaruh piring yang sudah dicuci, seperti rak pengering, alas pengering, atau handuk tebal.

Baca juga: 6 Hal yang Dapat Dibersihkan dengan Sabun Cuci Piring, Apa Saja?

Rak pengering dinilai lebih praktis karena memungkinkan udara bersirkulasi sehingga piring bisa kering tanpa meninggalkan bercak air.

Kerik sisa makanan, lalu rendam

Sebelum mulai mencuci, buang sisa makanan dari piring ke tempat sampah atau saluran pembuangan. Spatula karet bisa digunakan untuk mengerik sisa makanan yang menempel.

Perendaman diperlukan jika banyak sisa makanan kering atau berminyak yang menempel di piring.

Langkah ini membantu melunakkan noda sehingga lebih mudah dibersihkan, terutama jika sabun yang digunakan tidak terlalu kuat melarutkan lemak.

Baca juga: Rak Piring Bisa Jadi Sarang Kuman, Begini Cara Membersihkannya

Cuci dari yang paling bersih

Urutan mencuci piring juga memengaruhi hasilnya. Mulailah dari peralatan yang paling bersih, seperti gelas, mangkuk saji, dan sendok garpu tanpa sisa makanan. Dengan cara ini, air sabun tetap bersih lebih lama.

Setelah itu, baru mencuci piring, mangkuk, serta peralatan masak seperti wajan dan panci yang paling kotor.

Saat mencuci, pastikan seluruh permukaan peralatan digosok, bukan hanya bagian yang terlihat kotor, untuk memastikan kebersihan dan mengurangi risiko bakteri.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau