Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 10 Februari 2026, 18:20 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Talenan plastik menjadi pilihan banyak rumah tangga karena ringan, mudah dibersihkan, dan harganya terjangkau.

Namun, di balik kepraktisannya, muncul kekhawatiran mengenai potensi bahaya talenan plastik bagi kesehatan, terutama terkait paparan mikroplastik ke dalam makanan.

Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa talenan plastik berpotensi menjadi salah satu sumber mikroplastik yang signifikan dalam rantai makanan manusia.

Mikroplastik bisa terlepas saat memotong

Mengutip publikasi National Library of Medicine, peneliti meneliti bagaimana gaya memotong dan jenis bahan talenan memengaruhi pelepasan mikroplastik selama proses memasak.

Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas memotong di atas talenan plastik dapat melepaskan partikel mikroplastik ke makanan.

Baca juga: 4 Cara Menghilangkan Bau pada Talenan dengan Bahan Alami

Seiring meningkatnya intensitas dan gaya memotong, jumlah mikroplastik yang terlepas juga semakin besar. Temuan ini menegaskan bahwa proses memasak sehari-hari berpotensi menjadi jalur masuk mikroplastik ke dalam tubuh manusia.

Penelitian tersebut membandingkan dua jenis talenan plastik yang umum digunakan, yakni polietilen (PE) dan polipropilen (PP).

Hasilnya, talenan berbahan polipropilen melepaskan mikroplastik dalam jumlah lebih besar dibandingkan polietilen.

Secara massa, mikroplastik yang dilepaskan dari talenan polipropilen tercatat 5-60 persen lebih tinggi, sementara dari sisi jumlah partikel, perbedaannya mencapai 14-71 persen.

Artinya, jenis bahan talenan berpengaruh besar terhadap potensi paparan mikroplastik.

Menariknya, penelitian juga menemukan bahwa jenis bahan makanan yang dipotong turut memengaruhi pelepasan mikroplastik.

Baca juga: Dosen IPB Ingatkan Bahaya Menggunakan Talenan Kayu yang Menghitam

Memotong sayuran keras seperti wortel di atas talenan polietilen dikaitkan dengan pelepasan mikroplastik yang lebih besar dibandingkan memotong tanpa bahan tersebut.

Partikel mikroplastik yang terlepas umumnya berbentuk bulat dengan ukuran kurang dari 100 mikrometer, ukuran yang tergolong sangat kecil dan berpotensi ikut tertelan bersama makanan.

Berdasarkan perhitungan peneliti, paparan mikroplastik dari talenan plastik tidak bisa dianggap sepele.

Dalam setahun, seseorang diperkirakan dapat terpapar sekitar 7,4–50,7 gram mikroplastik dari talenan polietilen dan sekitar 49,5 gram dari talenan polipropilen.

Jika dihitung berdasarkan jumlah partikel, paparan tahunan diperkirakan mencapai 14,5–71,9 juta partikel mikroplastik polietilen dan sekitar 79,4 juta partikel mikroplastik polipropilen per orang.

Meski jumlah paparannya cukup besar, dampak kesehatan mikroplastik dari talenan plastik masih terus diteliti.

Baca juga: 5 Kesalahan Menggunakan Talenan Kayu yang Bikin Cepat Rusak

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau