Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Kesalahan Membersihkan Peralatan Stainless Steel yang Bikin Rusak

Kompas.com, 12 Februari 2026, 16:45 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Baja tahan karat atau stainless steel menjadi favorit material yang banyak dipilih, baik untuk peralatan masak maupun dapur. 

Hal ini karena stainless steel memiliki ketahanan tinggi dan tahan lama dibanding material lainnya. 

Baca juga: Plastik, Kaca, dan Stainless Steel, Mana yang Paling Aman untuk Wadah Makanan? 

Meski begitu, stainless steel tetap membutuhkan perawatan tepat untuk membuatnya tetap optimal dan awet.

Jika tidak dibersihkan dengan benar, peralatan stainless steel akan kusam, tergores, bahkan berkarat. Bahkan kesalahan kecil saat pembersihan dapat memperpendek usia pakai peralatan stainless steel. 

Dikutip dari Real Simple, Kamis (12/2/2026), berikut beberapa kesalahan membersihkan peralatan stainless steel yang bikin rusak. 

Membersihkan dengan sabut baja 

Ilustrasi wajan stainless steel.SHUTTERSTOCK/Antonio Truzzi Ilustrasi wajan stainless steel.
Sabut baja merupakan spons yang sangat abrasif dan dapat dengan mudah menggores permukaan peralatan stainless steel.

Tidak hanya itu, penggunaan sabut baja juga dapat menghasilkan permukaan yang kusam dan partikel kecil yang justru dapat menyebabkan karat. 

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Peralatan Stainless Steel Hitam, Simak Sebelum Beli 

Menggunakan cairan pembersih yang tidak tepat 

Selanjutnya, kesalahan membersihkan peralatan stainless steel yang bikin rusak adalah menggunakan cairan pembersih yang tidak tepat. 

Beberapa bahan pembersih, seperti pemutih, dapat merusak peralatan dapur stainless steel.

Sebaiknya, simpan pemutih untuk membersihkan jamur hitam membandel dari nat ubin atau mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu. 

Produk yang mengandung klorin atau klorida terlalu abrasif untuk digunakan pada bahan stainless steel dan akan merusak lapisan pelindung stainless steel (kromium oksida) yang mengakibatkan karat atau bekas lubang pada permukaan.

Sebagai gantinya, gunakan cuka atau baking soda, untuk pembersihan lebih efektif dengan mengikuti petunjuk tepat.

Mengabaikan petunjuk penggunaan 

Banyak di antara kita mengabaikan petunjuk pembersihan pada peralatan, yang akhirnya merusaknya. 

Peralatan stainless steel terlihat halus dan mengkilap, tetapi sebenarnya permukaannya memiliki garis-garis sangat halus.

Garis ini bisa terlihat samar jika diperhatikan dengan seksama atau terasa saat diraba menggunakan jari. 

Baca juga: Perbedaan Wajan Stainless Steel, Antilengket, dan Besi Cor 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau