Penulis
KOMPAS.com - Wajan stainless steel dikenal sebagai salah satu peralatan dapur paling populer, baik di kalangan koki profesional maupun juru masak rumahan.
Meski demikian, wajan stainless steel bukan pilihan terbaik untuk semua jenis makanan. Sifat permukaannya yang tidak antilengket dan karakter materialnya yang bisa bereaksi dengan bahan tertentu membuat beberapa makanan justru berisiko rusak saat dimasak.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, jenis makanan tertentu dapat memengaruhi kualitas wajan itu sendiri.
Ilustrasi telur. Ilustrasi telur ceplok.Mengutip Real Simple, berikut ini beberapa makanan yang sebaiknya tidak memasak menggunakan wajan stainless steel.
Baca juga: Cara Membersihkan Panci Stainless Steel agar Tidak Berubah Warna
Saus tomat serta bahan makanan lain yang bersifat asam, seperti saus berbasis cuka atau lemon, kurang cocok dimasak dengan wajan stainless steel. Kandungan asam dapat bereaksi dengan logam pada permukaan wajan.
Dalam proses memasak, keasaman ini berpotensi menyebabkan perubahan warna pada wajan, bahkan memicu pelepasan unsur logam seperti nikel dan kromium. Walaupun jumlahnya kecil, risiko logam tersebut masuk ke dalam makanan tetap perlu dihindari.
Untuk masakan asam, peralatan masak non-reaktif, seperti wajan enamel atau panci besi cor berlapis, lebih disarankan.
Telur merupakan salah satu bahan makanan yang paling sering menimbulkan masalah saat dimasak di wajan stainless steel. Tanpa teknik pemanasan yang tepat, telur mudah menempel dan sulit dilepaskan dari permukaan wajan.
Baca juga: Penyebab Wajan Stainless Steel Tergores, Amankah Digunakan?
Karena wajan stainless steel tidak memiliki lapisan antilengket alami, telur goreng atau telur dadar bisa hancur, lengket, dan kehilangan tekstur lembutnya.
Jika ingin hasil telur yang rapi dan matang sempurna, wajan antilengket atau wajan besi cor yang sudah “seasoned” akan jauh lebih efektif.
Pancake, terutama jenis tipis seperti crepes, juga kurang ideal dimasak menggunakan wajan stainless steel. Adonan pancake sangat mudah menempel jika permukaan wajan tidak dilapisi minyak secara optimal atau tidak dipanaskan dengan benar.
Akibatnya, pancake bisa sobek saat dibalik dan bentuknya menjadi tidak sempurna.
Untuk mendapatkan pancake yang mulus, wajan antilengket menjadi pilihan terbaik karena lapisannya membantu adonan matang merata dan mudah dilepaskan.
Baca juga: 3 Cara Menghilangkan Noda Air pada Peralatan Stainless Steel
Ikan dengan tekstur lembut, seperti fillet ikan putih, sering kali menempel pada wajan stainless steel. Jika permukaan wajan tidak cukup panas atau tidak memiliki lapisan pelindung, daging ikan dapat hancur saat dibalik.
Meskipun memasak ikan di wajan stainless steel masih memungkinkan dengan teknik tertentu, hasil terbaik biasanya diperoleh dengan wajan antilengket atau wajan besi cor yang sudah dibumbui dengan baik.
Wajan stainless steel memang mampu menahan panas tinggi, tetapi bukan pilihan paling ideal untuk memasak steak. Steak membutuhkan suhu ekstrem dan distribusi panas tertentu untuk menghasilkan karamelisasi dan kerak renyah yang maksimal.
Panggangan atau grill lebih unggul dalam menciptakan efek “sear” yang khas dan aroma panggang yang kuat. Jika ingin steak dengan cita rasa optimal, memasaknya di grill atau wajan besi cor adalah pilihan yang lebih tepat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang