“Ada beberapa kondisi pelembut kain tidak boleh digunakan, seperti pada pakaian tidur anak-anak atau pada pakaian yang terbuat dari kain berbulu, seperti fleece, velour, dan chenille,” kata Wong.
Umumnya, peringatannya tercantum dalam botol atau kemasan pelembut pakaian, jadi selalu baca kemasan produk untuk petunjuknya.
Tak hanya itu, penting juga membaca petunjuk perawatan kain pada label pakaian untuk mengetahui panduan perawatan kain. Nah, berikut kain dan pakaian yang sebaiknya tidak dicuci dengan pelembut kain:
Baca juga: Sudah Dicuci Bersih, tapi Pakaian Masih Bau Apak? Ini Penyebabnya
1. Pakaian tidur.
2. Bulu domba.
3. Beludru.
4. Chenille.
5. Handuk dan kain terry.
6. Kain yang menyerap keringat.
7. Pakaian olahraga.
Jika digunakan pada kain dan pakaian di atas, pelembut kain dapat meninggalkan lapisan pada serat yang dapat menumpuk seiring waktu, menahan bakteri penyebab bau dan mengurangi sifat penyerapan kelembapan pada kain tertentu.
Namun, kamu tidak perlu khawatir. Wong menjelaskan penyalahgunaan pelembut kain tidak menyebabkan kerusakan permanen.
Hal ini juga dapat dicegah pada siklus pencucian selanjutnya dengan detergen berkualitas yang dapat menghilangkan pelembut tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang