Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Kesalahan Mencuci Piring yang Sebabkan Kontaminasi Bakteri

Kompas.com, 25 Maret 2026, 19:00 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mencuci piring kerap dianggap sebagai pekerjaan sederhana. Namun, tanpa disadari, kebiasaan yang kurang tepat saat mencuci piring dan peralatan dapur justru dapat memicu kontaminasi bakteri.

Peralatan yang kotor berisiko membawa bahaya biologis maupun kimia yang dapat mencemari makanan, yang akhirnya berisiko buruk bagi kesehatan. 

Baca juga: Jangan Asal, Ini 3 Tips Mencuci Piring agar Bersih Maksimal

Penggunaan spons yang sudah kotor atau rusak hingga menyimpan peralatan dalam kondisi lembap dapat menjadi penyebab berkembangnya bakteri.

Untuk mencegahnya, Barbara Kowalcyk, Direktur Institut Keamanan Pangan dan Ketahanan Gizi di Universitas George Washington, Amerika Serikat, bersama Darin Detwiler, penulis, sekaligus professor keamanan pangan, membagikan sejumlah kesalahan mencuci piring yang dapat menyebabkan kontaminasi bakteri dilansir dari Martha Stewart, Rabu (25/3/2026). 

Menggunakan spons dan kain lap bekas

Ilustrasi spons cuci piring.Unsplash/lunarts Ilustrasi spons cuci piring.
Membersihkan peralatan dapur setelah memasak merupakan langkah awal yang baik untuk menghilangkan noda dan bakteri.

Namun, penggunaan spons dan kain lap juga perlu diperhatikan. Spons dan kain lap yang sudah lama untuk menggosok panci dan wajan bisa menjadi sarang bakteri. 

“Spons termasuk salah satu barang yang paling mudah terkontaminasi di rumah," kata Detwiler. 

Contohnya, spons untuk membersihkan meja dapur setelah menyiapkan bahan masakan dapat membawa bakteri, seperti Salmonella atau Campylobacter, yang dapat berkembang biak dengan cepat. 

Baca juga: Jangan Lakukan 7 Kesalahan Ini saat Mencuci Piring 

"Setelah beberapa jam kemudian, spons yang sama digunakan untuk membersihkan peralatan masak, spons tersebut dapat menyebarkan bakteri tersebut," jelas Kowalcyk.

Sebagai pencegahan, Kowalcyk menyarankan mencuci spons dan kain lap dengan sabun pembersih dalam air panas jika sudah dibiarkan tergeletak selama dua jam atau lebih. 

“Bersihkan spons sesering mungkin. Caranya, masukkan spons ke microwave selama satu menit atau merendamnya dalam larutan setengah sendok teh pemutih untuk satu liter air," kata Kowalcyk.

Menumpuk peralatan masak basah

Ilustrasi wajan stainless steel.SHUTTERSTOCK/Antonio Truzzi Ilustrasi wajan stainless steel.
Selanjutnya, kesalahan mencuci piring yang dapat menyebabkan kontaminasi bakteri adalah menumpuk peralatan masak yang masih basah begitu saja tanpa dikembalikan ke tempat asalnya. 

"Menumpuk panci yang lembap, peralatan makan yang basah, atau memasang tutup pada peralatan masak sebelum benar-benar kering dapat memerangkap kelembapan. Kelembapan ini memungkinkan jamur dan bakteri tumbuh,” kata Kowalcyk.

Jika bakteri tumbuh pada peralatan masak, hal ini dapat mencemari makanan saat ingin menggunakannya kembali.

Karena itu, keringkan peralatan masak dengan benar secara menyeluruh menggunakan kain lap bersih dan kering sebelum disimpan. 

Baca juga: 6 Kesalahan Mencuci Piring yang Tidak Boleh Dilakukan 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau