JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan sistem air bersih hunian sementara (huntara) di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, ditargetkan siap beroperasi pekan depan, seiring penyelesaian fisik hunian yang telah mencapai 87,30 persen.
Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau lokasi pembangunan, Kamis (26/2/2026), menegaskan, ketersediaan air bersih menjadi syarat utama sebelum masyarakat terdampak bencana menempati hunian tersebut.
“Kita tidak ingin warga masuk sebelum kebutuhan dasarnya siap. Air bersih harus cukup. Itu yang sedang kita pastikan agar saat ditempati, hunian ini benar-benar layak dan mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat,” ujar Dody, dikutip dari siaran pers, Kamis (26/2/2026).
Sistem air bersih di kawasan huntara Batang Toru menggunakan sumur bor dangkal yang dilengkapi tandon dan pompa, dengan pasokan listrik dari PLN berdaya 900 watt per unit.
Baca juga: Masih Banyak Warga Aceh Tamiang Tinggal di Tenda, Huntara Dikebut
Saat ini telah tersedia dua titik sumur bor, namun akan ditambah menjadi empat hingga lima titik untuk memastikan kecukupan air bagi seluruh penghuni.
“Saya lihat debit airnya masih kurang, jadi harus menambah beberapa titik bor supaya cukup untuk sekitar 250-an kepala keluarga,” kata Dody.
Huntara tersebut dirancang menampung sekitar 245 kepala keluarga atau sekitar 1.800 jiwa.
Pembangunan huntara dilaksanakan Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana Strategis.
Dody mengatakan, penyelesaian fisik ditargetkan rampung pada Minggu atau Senin pekan depan, sesuai permintaan pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, waktu pasti relokasi pengungsi akan ditentukan pemerintah kabupaten.
“Insya Allah secara fisik Minggu atau Senin depan selesai. Tapi kita masih harus korelasikan dengan Pak Bupati kapan pengungsi bisa masuk,” ujarnya.
Secara keseluruhan, huntara dibangun sebanyak 252 unit yang terbagi dalam 21 blok modular.
Setiap blok terdiri dari 12 unit hunian dan dilengkapi fasilitas sanitasi komunal berupa enam unit toilet dan enam unit shower, masing-masing tiga unit untuk perempuan dan tiga unit untuk laki-laki.
Total tersedia 126 unit toilet dan 126 unit shower, serta dapur bersama, area cuci, dan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berkapasitas 5 meter kubik.
Baca juga: Awal Ramadan, 202 KK di Aceh Bakal Pindah ke Hunian Sementara
Huntara dibangun di atas lahan seluas 14.369,03 meter persegi dari total lahan terukur 74.081,51 meter persegi, dengan luas kawasan sekitar 2,6 hektar.
Kawasan ini juga dilengkapi fasilitas pendukung berupa mushola, gedung serbaguna, lapangan futsal, ruang komunal, taman bermain anak, pos jaga, area hijau, serta lahan parkir.
Penetapan calon penghuni sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Dengan penyelesaian fisik yang dibarengi pemenuhan layanan dasar, Kementerian PU menargetkan huntara di Batang Toru siap ditempati secara layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana mulai pekan depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya