Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sistem Air Bersih Huntara di Tapsel Siap Mengalir Pekan Depan

Kompas.com, 27 Februari 2026, 07:30 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan sistem air bersih hunian sementara (huntara) di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, ditargetkan siap beroperasi pekan depan, seiring penyelesaian fisik hunian yang telah mencapai 87,30 persen.

Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau lokasi pembangunan, Kamis (26/2/2026), menegaskan, ketersediaan air bersih menjadi syarat utama sebelum masyarakat terdampak bencana menempati hunian tersebut.

“Kita tidak ingin warga masuk sebelum kebutuhan dasarnya siap. Air bersih harus cukup. Itu yang sedang kita pastikan agar saat ditempati, hunian ini benar-benar layak dan mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat,” ujar Dody, dikutip dari siaran pers, Kamis (26/2/2026).

Sistem air bersih di kawasan huntara Batang Toru menggunakan sumur bor dangkal yang dilengkapi tandon dan pompa, dengan pasokan listrik dari PLN berdaya 900 watt per unit.

Baca juga: Masih Banyak Warga Aceh Tamiang Tinggal di Tenda, Huntara Dikebut

Saat ini telah tersedia dua titik sumur bor, namun akan ditambah menjadi empat hingga lima titik untuk memastikan kecukupan air bagi seluruh penghuni.

“Saya lihat debit airnya masih kurang, jadi harus menambah beberapa titik bor supaya cukup untuk sekitar 250-an kepala keluarga,” kata Dody.

Huntara tersebut dirancang menampung sekitar 245 kepala keluarga atau sekitar 1.800 jiwa.

Pembangunan huntara dilaksanakan Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana Strategis.

Dody mengatakan, penyelesaian fisik ditargetkan rampung pada Minggu atau Senin pekan depan, sesuai permintaan pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, waktu pasti relokasi pengungsi akan ditentukan pemerintah kabupaten.

Insya Allah secara fisik Minggu atau Senin depan selesai. Tapi kita masih harus korelasikan dengan Pak Bupati kapan pengungsi bisa masuk,” ujarnya.

Fasilitas Hunian dan Sanitasi

Secara keseluruhan, huntara dibangun sebanyak 252 unit yang terbagi dalam 21 blok modular.

Setiap blok terdiri dari 12 unit hunian dan dilengkapi fasilitas sanitasi komunal berupa enam unit toilet dan enam unit shower, masing-masing tiga unit untuk perempuan dan tiga unit untuk laki-laki.

Total tersedia 126 unit toilet dan 126 unit shower, serta dapur bersama, area cuci, dan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berkapasitas 5 meter kubik.

Baca juga: Awal Ramadan, 202 KK di Aceh Bakal Pindah ke Hunian Sementara

Huntara dibangun di atas lahan seluas 14.369,03 meter persegi dari total lahan terukur 74.081,51 meter persegi, dengan luas kawasan sekitar 2,6 hektar.

Kawasan ini juga dilengkapi fasilitas pendukung berupa mushola, gedung serbaguna, lapangan futsal, ruang komunal, taman bermain anak, pos jaga, area hijau, serta lahan parkir.

Penetapan calon penghuni sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Dengan penyelesaian fisik yang dibarengi pemenuhan layanan dasar, Kementerian PU menargetkan huntara di Batang Toru siap ditempati secara layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana mulai pekan depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau