Penulis
KOMPAS.com - Dalam dunia konstruksi, semen menjadi material utama yang hampir selalu digunakan. Namun, tidak semua jenis semen memiliki fungsi yang sama. Dua yang paling umum digunakan adalah semen mortar dan semen biasa (konvensional).
Lantas, apa sebenarnya perbedaan mortar dan semen biasa?
Dirangkum dari laman beberapa perusahaan produsen semen di Indonesia, semen mortar adalah inovasi semen instan yang dirancang untuk mempermudah pekerjaan konstruksi.
Produk ini sudah mengandung campuran bahan tambahan seperti semen PC1, pasir khusus, premium filter, serta zat aditif.
Berbeda dengan semen konvensional yang hanya berupa semen murni, sehingga masih perlu dicampur secara manual dengan pasir dan material lain sebelum digunakan.
Dari segi penggunaan, semen mortar jauh lebih praktis. Pengguna cukup menambahkan air, lalu adonan sudah siap diaplikasikan.
Baca juga: Bukan di Gresik, Ini Pabrik Semen Pertama di RI
Sementara itu, semen biasa membutuhkan proses pencampuran tersendiri dengan komposisi tertentu. Jika tidak tepat, hasilnya bisa memengaruhi kekuatan dan kualitas bangunan.
Perbedaan mortar dan semen biasa paling mencolok terletak pada fungsi penggunaannya.
Semen konvensional dipakai untuk pekerjaan struktur utama yang membutuhkan kekuatan tinggi, seperti beton bertulang, jalan, pondasi, kolom, hingga dinding penahan.
Sebaliknya, semen mortar lebih sering digunakan untuk pekerjaan finishing. Contohnya seperti pemasangan ubin, plester dinding, serta perekat batu bata. Material ini mampu menghasilkan permukaan yang lebih halus dan rapi.
Dari sisi kekuatan, semen konvensional memiliki daya tekan yang lebih tinggi karena biasanya digunakan bersama agregat kasar seperti kerikil dalam campuran beton.
Sementara itu, semen mortar memiliki kekuatan yang relatif lebih rendah karena tidak mengandung agregat besar. Meski begitu, kekuatannya tetap cukup untuk kebutuhan perekat dan pelapisan.
Tidak ada yang lebih baik secara mutlak, karena keduanya memiliki fungsi masing-masing.
Semen konvensional lebih cocok untuk struktur bangunan yang harus menahan beban berat. Sedangkan semen mortar unggul dalam hal kepraktisan dan cocok untuk pekerjaan detail atau finishing.
Baca juga: Ini Bangunan Pertama di Dunia yang Menggunakan Semen Modern
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang