Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Bedanya Mortar dan Semen Biasa

Kompas.com, 28 Maret 2026, 18:06 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Dalam dunia konstruksi, semen menjadi material utama yang hampir selalu digunakan. Namun, tidak semua jenis semen memiliki fungsi yang sama. Dua yang paling umum digunakan adalah semen mortar dan semen biasa (konvensional).

Lantas, apa sebenarnya perbedaan mortar dan semen biasa?

Dirangkum dari laman beberapa perusahaan produsen semen di Indonesia, semen mortar adalah inovasi semen instan yang dirancang untuk mempermudah pekerjaan konstruksi.

Produk ini sudah mengandung campuran bahan tambahan seperti semen PC1, pasir khusus, premium filter, serta zat aditif.

Berbeda dengan semen konvensional yang hanya berupa semen murni, sehingga masih perlu dicampur secara manual dengan pasir dan material lain sebelum digunakan.

Dari segi penggunaan, semen mortar jauh lebih praktis. Pengguna cukup menambahkan air, lalu adonan sudah siap diaplikasikan.

Baca juga: Bukan di Gresik, Ini Pabrik Semen Pertama di RI

Sementara itu, semen biasa membutuhkan proses pencampuran tersendiri dengan komposisi tertentu. Jika tidak tepat, hasilnya bisa memengaruhi kekuatan dan kualitas bangunan.

Fungsi dan Peruntukan Semen Mortar

Perbedaan mortar dan semen biasa paling mencolok terletak pada fungsi penggunaannya.

Semen konvensional dipakai untuk pekerjaan struktur utama yang membutuhkan kekuatan tinggi, seperti beton bertulang, jalan, pondasi, kolom, hingga dinding penahan.

Sebaliknya, semen mortar lebih sering digunakan untuk pekerjaan finishing. Contohnya seperti pemasangan ubin, plester dinding, serta perekat batu bata. Material ini mampu menghasilkan permukaan yang lebih halus dan rapi.

Dari sisi kekuatan, semen konvensional memiliki daya tekan yang lebih tinggi karena biasanya digunakan bersama agregat kasar seperti kerikil dalam campuran beton.

Sementara itu, semen mortar memiliki kekuatan yang relatif lebih rendah karena tidak mengandung agregat besar. Meski begitu, kekuatannya tetap cukup untuk kebutuhan perekat dan pelapisan.

Mana yang Lebih Baik?

Tidak ada yang lebih baik secara mutlak, karena keduanya memiliki fungsi masing-masing.

Semen konvensional lebih cocok untuk struktur bangunan yang harus menahan beban berat. Sedangkan semen mortar unggul dalam hal kepraktisan dan cocok untuk pekerjaan detail atau finishing.

Baca juga: Ini Bangunan Pertama di Dunia yang Menggunakan Semen Modern

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau