Penulis
KOMPAS.com - Beton modern menjadi tulang punggung pembangunan berbagai infrastruktur saat ini, mulai dari rumah hingga gedung pencakar langit. Namun, tahukah Anda bangunan apa yang pertama kali menggunakan teknologi semen beton modern?
Mengutip Science Museum, bangunan yang dianggap sebagai pelopor penggunaan beton kapur hidrolik modern pertama di dunia adalah Mercusuar Eddystone di Cornwall, Inggris.
Mercusuar ini diselesaikan pada tahun 1759 oleh John Smeaton, seorang insinyur yang berhasil "menemukan kembali" formula semen kuno yang dulunya dikembangkan orang Romawi.
Dalam proyek tersebut, Smeaton menggunakan campuran batu kapur dan tanah liat untuk menciptakan material yang mampu mengeras kuat serta tahan terhadap air laut. Inovasi ini menjadi langkah penting menuju lahirnya semen modern.
Perkembangan berikutnya terjadi pada tahun 1853, ketika François Coignet membangun rumah pertama dari beton bertulang di St. Denis, Prancis.
Baca juga: Belum Ada Semen, Bagaimana Orang Zaman Dulu Membangun Kastil Megah?
Inovasi ini menjadi tonggak penting karena memperkenalkan konsep penguatan beton, yang kemudian menjadi dasar konstruksi modern seperti jembatan dan gedung bertingkat.
Memasuki abad ke-20, teknologi beton semakin berkembang pesat. Salah satu pencapaian penting adalah pembangunan Ingalls Building di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat.
Gedung setinggi 16 lantai yang selesai pada 1903 ini dikenal sebagai gedung tinggi pertama di dunia yang menggunakan teknik beton bertulang modern.
Selain bangunan-bangunan tersebut, perkembangan beton modern tidak lepas dari kontribusi John Smeaton yang lebih dulu mengembangkan konsep kapur hidrolik.
Meski demikian, hak paten semen modern justru dimiliki oleh Joseph Aspdin pada tahun 1824. Ia menamai temuannya sebagai Semen Portland, karena warnanya menyerupai batu dari Pulau Portland di Inggris.
Dari segi komposisi, semen yang dikembangkan Aspdin masih menggunakan bahan utama yang sama, yaitu batu kapur dan tanah liat. Kedua bahan ini dihaluskan, dipanaskan pada suhu tinggi hingga membentuk material baru, lalu ditambahkan gips agar tidak langsung mengeras.
Meski telah mengalami berbagai penyempurnaan, prinsip dasar semen dan beton yang digunakan saat ini masih merujuk pada temuan para pelopor tersebut.
Baca juga: Tahukah Kamu Siapa Orang Pertama yang Menggunakan Semen?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang