KOMPAS.com - Kabupaten Bekasi tetap menjadi episentrum bagi pencari hunian subsidi di penyangga Jakarta.
Namun, data terbaru dari Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang) menunjukkan langkanya ketersediaan unit di bawah Rp 200 juta.
Berikut adalah analisis terhadap lima titik pengembangan rumah subsidi yang masih menyisakan slot bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
1. Suropati Residence
Dikembangkan oleh Mitra Tata Griya, proyek ini merupakan salah satu opsi paling ekonomis di kawasan strategis Tambun Utara.
Dengan banderol Rp 127 juta, unit tipe 22/60 ini menawarkan efisiensi ruang bagi keluarga muda.
Tingkat keterisian mencapai 92 persen, atau 828 terjual dari 896 unit). Sisa 68 unit yang tersedia menjadi kesempatan terakhir di lokasi yang memiliki aksesibilitas relatif baik menuju pusat industri.
2. Grand Kertamukti Residences
Cibitung, yang dikenal sebagai simpul logistik, menawarkan Grand Kertamukti Residences garapan Anugrah Samadhi Asthani. Menjual tipe 22/60 seharga Rp 134 juta, proyek ini hampir terjual seluruhnya.
Hanya tersisa 20 unit dari total 748 unit. Kecepatan penyerapan ini mengindikasikan bahwa kedekatan dengan akses transportasi tetap menjadi variabel penentu utama bagi konsumen Bekasi.
3. Puri Cikarang Asri
Terletak di Sukatani, proyek dari Karyamas Mambang Perkasa ini menawarkan unit tipe 22/60 dengan harga Rp 134 juta. Menariknya, data mencatat stok masih utuh sebanyak 41 unit.
Sebagai pemain di area yang sedang berkembang, ketersediaan unit yang masih penuh ini bisa dipandang sebagai peluang bagi pembeli yang menginginkan keleluasaan memilih posisi unit (hook atau depan), namun tetap perlu meninjau progres pembangunan infrastruktur pendukung di sekitar lokasi.
4. Griya Mahakarya Residence
Masih di kawasan Sukatani, Anugrah Sejahtera Investama menghadirkan Tipe Agate seharga Rp 134 juta. Secara spesifikasi, luas bangunan 22 meter persegi tetap menjadi standar minimalis yang ditawarkan.