Penulis
KOMPAS.com - Gypsum adalah salah satu material yang kian populer dalam dunia konstruksi modern. Di Indonesia, material ini banyak digunakan untuk plafon rumah.
Dikenal juga dengan nama kimianya CaSO42H2O atau calcium sulfate dihydrate, gypsum adalah senyawa mineral yang mengandung sekitar 21 persen air dalam strukturnya.
Meski kini identik dengan bangunan modern, gypsum sebenarnya bukanlah material baru. Sejak ribuan tahun lalu, bahan ini sudah dimanfaatkan oleh manusia.
Bahkan, gypsum tercatat sebagai salah satu material yang digunakan dalam pembangunan Piramida Mesir.
Dirangkum dari Jayaboard, salah satu produsen papan gypsum (gypsum board) di Indonesia, gypsum juga memiliki peran di berbagai sektor lain, seperti pertanian sebagai pupuk, hingga industri farmasi, pasta gigi, produk kecantikan, serta campuran dalam makanan dan minuman.
Baca juga: Mending Mana, Plafon PVC atau Gypsum? Ini Kata Ahli Konstruksi
Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan gypsum berkembang pesat di sektor konstruksi. Salah satu bentuk paling umum adalah papan gypsum, yakni lembaran dengan inti gypsum yang dilapisi kertas khusus.
Material ini dikenal tidak mudah terbakar, sehingga menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan bahan konvensional berbasis kayu.
Papan gypsum banyak digunakan sebagai bahan utama untuk sistem plafon, dinding kering (drywall), serta pelapis dinding interior.
Di Indonesia, pemanfaatannya memang masih dominan untuk plafon. Namun sebenarnya, gypsum juga sangat efektif digunakan sebagai partisi dan pelapis dinding karena sifatnya yang praktis dan fleksibel.
Keunggulan utama gypsum adalah terletak pada kemampuannya dalam menahan panas dan api. Dibandingkan material bangunan lain, gypsum mampu memberikan perlindungan tambahan terhadap risiko kebakaran.
Baca juga: Bingung Pilih Plafon Gypsum atau PVC? Ini Perbandingannya
Hal ini menjadikannya pilihan yang semakin diminati, terutama untuk bangunan yang mengutamakan aspek keselamatan.
Sementara itu mengutip Gyproc, di Indonesia, tambang gypsum sangat mudah ditemui di daerah Kalimantan dan Jawa Barat, namun hingga saat ini pemanfaatan gypsum di Tanah Air tersebut belum maksimal.
Pada industri konstruksi dan bahan bangunan sendiri, gypsum dimanfaatkan sebagai pelapis interior untuk dinding dan plafon.
Dari total 260 juta penduduk Indonesia, penggunaan gypsum saat ini baru mencapai 100 juta meter persegi dan 95 persen diantaranya hanya menggunakan untuk plafon dibandingkan untuk sistem lapisan dinding.
Baca juga: Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Plafon Gypsum
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang