Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Gypsum? Material Bangunan yang Sering Jadi Plafon

Kompas.com, 29 Maret 2026, 16:16 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Gypsum adalah salah satu material yang kian populer dalam dunia konstruksi modern. Di Indonesia, material ini banyak digunakan untuk plafon rumah.

Dikenal juga dengan nama kimianya CaSO42H2O atau calcium sulfate dihydrate, gypsum adalah senyawa mineral yang mengandung sekitar 21 persen air dalam strukturnya.

Meski kini identik dengan bangunan modern, gypsum sebenarnya bukanlah material baru. Sejak ribuan tahun lalu, bahan ini sudah dimanfaatkan oleh manusia.

Bahkan, gypsum tercatat sebagai salah satu material yang digunakan dalam pembangunan Piramida Mesir. 

Dirangkum dari Jayaboard, salah satu produsen papan gypsum (gypsum board) di Indonesia, gypsum juga memiliki peran di berbagai sektor lain, seperti pertanian sebagai pupuk, hingga industri farmasi, pasta gigi, produk kecantikan, serta campuran dalam makanan dan minuman.

Baca juga: Mending Mana, Plafon PVC atau Gypsum? Ini Kata Ahli Konstruksi

Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan gypsum berkembang pesat di sektor konstruksi. Salah satu bentuk paling umum adalah papan gypsum, yakni lembaran dengan inti gypsum yang dilapisi kertas khusus.

Kelebihan Gypsum

Material ini dikenal tidak mudah terbakar, sehingga menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan bahan konvensional berbasis kayu.

Papan gypsum banyak digunakan sebagai bahan utama untuk sistem plafon, dinding kering (drywall), serta pelapis dinding interior.

Di Indonesia, pemanfaatannya memang masih dominan untuk plafon. Namun sebenarnya, gypsum juga sangat efektif digunakan sebagai partisi dan pelapis dinding karena sifatnya yang praktis dan fleksibel.

Keunggulan utama gypsum adalah terletak pada kemampuannya dalam menahan panas dan api. Dibandingkan material bangunan lain, gypsum mampu memberikan perlindungan tambahan terhadap risiko kebakaran.

Baca juga: Bingung Pilih Plafon Gypsum atau PVC? Ini Perbandingannya

Hal ini menjadikannya pilihan yang semakin diminati, terutama untuk bangunan yang mengutamakan aspek keselamatan.

Pemakaian Gypsum di Indonesia

Sementara itu mengutip Gyproc, di Indonesia, tambang gypsum sangat mudah ditemui di daerah Kalimantan dan Jawa Barat, namun hingga saat ini pemanfaatan gypsum di Tanah Air tersebut belum maksimal.

Pada industri konstruksi dan bahan bangunan sendiri, gypsum dimanfaatkan sebagai pelapis interior untuk dinding dan plafon.

Dari total 260 juta penduduk Indonesia, penggunaan gypsum saat ini baru mencapai 100 juta meter persegi dan 95 persen diantaranya hanya menggunakan untuk plafon dibandingkan untuk sistem lapisan dinding.

Baca juga: Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Plafon Gypsum

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau