Penulis
KOMPAS.com – Banyak orang penasaran, bagaimana mungkin adukan beton yang cair tidak tumpah saat diangkut menggunakan truk molen di jalanan. Padahal, kendaraan ini sering melaju di berbagai kondisi jalan, mulai dari lurus hingga bergelombang.
Ternyata, ada mekanisme teknis yang membuat beton tetap aman di dalam drum selama perjalanan. Sistem ini melibatkan arah putaran drum, desain bilah spiral di dalamnya, hingga teknik pengoperasian yang tepat.
Dirangkum dari Kementerian PUPR, salah satu kunci utamanya adalah arah putaran drum. Saat membawa beton, drum truk molen berputar berlawanan arah jarum jam atau disebut sebagai arah "mencampur".
Putaran ini membuat adukan tidak terdorong keluar, melainkan justru tertahan di dalam drum. Di dalam tabung tersebut terdapat bilah spiral atau bilah heliks berbahan baja yang bentuknya menyerupai ulir.
Ketika drum berputar dalam mode pengangkutan, bilah ini berfungsi mendorong beton ke arah dalam. Dengan begitu, meski berbentuk cair, adukan tetap berada di dalam dan tidak tumpah.
Baca juga: Kenapa Truk Molen Selalu Berputar? Ini Penjelasan Teknisnya
Selain itu, putaran drum juga berperan penting dalam menjaga kualitas beton. Selama perjalanan, drum terus berputar dengan kecepatan sekitar 8–12 putaran per menit (RPM). Gerakan ini membuat campuran semen, air, pasir, dan kerikil tetap homogen atau tercampur merata.
Tanpa putaran tersebut, material dalam beton bisa terpisah. Bahkan lebih dari itu, beton berisiko mulai mengeras sebelum sampai ke lokasi proyek.
Menariknya, arah putaran ini akan dibalik saat proses pengecoran. Ketika truk tiba di lokasi, drum diputar searah jarum jam agar bilah spiral mendorong adukan keluar dari dalam tabung.
Perlu diketahui, putaran drum bukan sekadar fitur tambahan, melainkan kebutuhan mutlak dalam pengangkutan beton. Jika drum berhenti berputar terlalu lama, beton bisa mulai mengeras dalam waktu sekitar satu jam.
Kondisi ini tidak hanya merusak kualitas beton, tetapi juga berpotensi merusak tabung molen itu sendiri.
Baca juga: Waskita Beton Cetak Rugi Rp 537 Miliar di Tahun 2025
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang