KOMPAS.com - Presiden AS, Donald Trump, kembali memperpanjang penangguhan serangan terhadap fasilitas energi Iran.
Trump sebelumnya mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.
Menurut laporan BBC, Jumat (27/3/2026), pada Senin (23/3/2026), ia menunda ancaman itu selama lima hari dengan alasan adanya “percakapan yang sangat baik dan produktif” dengan Iran.
Klaim tersebut dibantah Teheran sebagai “berita palsu” yang bertujuan untuk memanipulasi pasar minyak. Kini, tenggat tersebut kembali diperpanjang.
Baca juga: Kenaikan Harga BBM Meluas di ASEAN Imbas Perang AS–Israel vs Iran, Indonesia Bisa Menyusul?
Kendati demikian, Trump tetap menegaskan bahwa komunikasi dengan Teheran masih berlangsung dan menunjukkan perkembangan positif.
Melalui unggahan di Truth Social, ia menyampaikan keputusan lanjutan dan memperpanjangnya hingga 10 hari.
“Sesuai permintaan Pemerintah Iran, saya menunda periode penghancuran Pembangkit Energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00,” tulis Trump.
Di tengah perkembangan ini, harga minyak dunia yang sempat melonjak pada Kamis (26/3/2026) dilaporkan kembali turun tak lama setelah pengumuman tersebut.
Dalam rapat kabinet sebelumnya, Trump juga memperingatkan bahwa AS akan menjadi “mimpi terburuk” bagi Iran jika tidak menyetujui rencana perdamaian yang diajukan.
Baca juga: Munculnya 15 Poin Proposal AS dan 7 Syarat Damai Iran...
Ilustrasi militer AS, tentara Amerika Serikat.Sementara itu, utusan khusus AS, Steve Witkoff, mengonfirmasi dalam pertemuan yang sama bahwa Washington telah mengirimkan proposal perdamaian berisi 15 poin kepada Iran.
Menanggapi hal itu, seorang pejabat Iran mengatakan kepada media pemerintah bahwa Teheran memiliki “hak alami dan sah” untuk mengendalikan Selat Hormuz.
Menurut laporan Aljazeera, Jumat (27/3/2026), di tengah berlangsungnya pembicaraan, Amerika Serikat terus memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah.
Tambahan pasukan pun dikirim, termasuk sekitar 5.000 Marinir dari Jepang dan California.
Selain itu, AS telah mengerahkan tiga kapal perang tambahan serta Divisi Lintas Udara ke-82.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya