Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waka Komisi VI DPR Klaim Pemerintah Punya Sumber Minyak Baru, Stok dan Harga BBM Dijamin Aman

Kompas.com, 1 April 2026, 11:15 WIB
Tria Sutrisna,
Bilal Ramadhan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengeklaim pemerintah telah memiliki sumber-sumber minyak baru, sehingga stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dipastikan aman dan tidak mengalami kenaikan harga.

“Yang kedua stok ini aman, dan pemerintah sudah punya cara-cara baru, sumber-sumber minyak baru sehingga masyarakat tidak usah khawatir bahwa stok BBM untuk Indonesia itu sangat-sangat aman,” ujar Andre saat ditemui di Gedung DPR RI, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Dasco Sebut Pemerintah Berkomitmen Jaga Ketersediaan Stok BBM

Atas dasar itu, lanjut Andre, Komisi VI DPR RI mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun isu kenaikan harga yang sempat beredar.

Dia berpandangan, keputusan pemerintah tidak menaikkan harga BBM di tengah situasi global menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi dinamika yang berkembang.

“Ini membuktikan bahwa pemerintah Presiden Prabowo sudah sangat siap menghadapi situasi geopolitik ini, geopolitik global ini,” ucap Andre.

Baca juga: Penjelasan Pemerintah: Harga BBM Tidak Naik 1 April 2026

Andre menambahkan, Komisi VI DPR yang bermitra dengan PT Pertamina juga telah berkoordinasi dengan perusahaan tersebut untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

“Pertamina Patra Niaga akan siap melaksanakan dan mengamankan dan memastikan stok BBM aman di seluruh wilayah Indonesia,” kata Andre.

“Jadi saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia tetap tenang bahwa tidak ada kenaikan dan stok kita sangat-sangat aman,” pungkasnya.

Baca juga: Isu BBM Naik Reda, Antrean dan Kekhawatiran Warga Masih Terasa di SPBU Bandung

Sebelumnya diberitakan, pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa PT Pertamina (Persero) belum akan melakukan penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi.

“Oleh karena itulah, Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujar Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Dengan demikian, tidak akan terjadi kenaikan harga BBM per 1 April 2026. Pemerintah juga meminta masyarakat tidak panik karena ketersediaan BBM dalam negeri dipastikan aman.

“Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin,” kata Prasetyo.

Baca juga: Hemat BBM, ASN Pamekasan Diminta Bersepeda, Model WFH Masih Dibahas

Dia kembali menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

“Dan harga tidak terjadi penyesuaian,” tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Deru Perang Kala Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan Sedekah untuk 500 Penyintas di Sudan
Deru Perang Kala Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan Sedekah untuk 500 Penyintas di Sudan
Nasional
Gibran Dukung Investigasi Total Kasus Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Gibran Dukung Investigasi Total Kasus Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Nasional
Argumentasi Hukum Kasus Amsal Sitepu Disebut Sulit Diterima Akal Sehat Masyarakat
Argumentasi Hukum Kasus Amsal Sitepu Disebut Sulit Diterima Akal Sehat Masyarakat
Nasional
Presiden Korea Selatan Ucapkan Belasungkawa 3 TNI Gugur di Lebanon
Presiden Korea Selatan Ucapkan Belasungkawa 3 TNI Gugur di Lebanon
Nasional
Frasa Korupsi Digugat di MK: “Untungkan Diri Sendiri” hingga “Rugikan Negara”
Frasa Korupsi Digugat di MK: “Untungkan Diri Sendiri” hingga “Rugikan Negara”
Nasional
Ini Instansi Pemda yang Tetap Ke Kantor Meski Ada WFH
Ini Instansi Pemda yang Tetap Ke Kantor Meski Ada WFH
Nasional
Gibran Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon
Gibran Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon
Nasional
Panglima TNI Jamin Hak dan Masa Depan Keluarga Prajurit yang Tewas di Lebanon
Panglima TNI Jamin Hak dan Masa Depan Keluarga Prajurit yang Tewas di Lebanon
Nasional
Profil Hendarsam Marantoko, Politikus Gerindra yang Dilantik Jadi Dirjen Imigrasi
Profil Hendarsam Marantoko, Politikus Gerindra yang Dilantik Jadi Dirjen Imigrasi
Nasional
Indonesia-Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Terkait Penanganan Karhutla
Indonesia-Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Terkait Penanganan Karhutla
Nasional
Pimpinan Komisi III Sebut Ada Perlawanan Aparat Kotor Usai Amsal Sitepu Divonis Bebas
Pimpinan Komisi III Sebut Ada Perlawanan Aparat Kotor Usai Amsal Sitepu Divonis Bebas
Nasional
Mensos: Proses Ground Check 11 Juta Peserta PBI JK Sudah Capai 98 Persen
Mensos: Proses Ground Check 11 Juta Peserta PBI JK Sudah Capai 98 Persen
Nasional
Diduga Ada Propaganda dalam Kasus Amsal Sitepu, Komisi III DPR Panggil Kejari Karo dan Komjak
Diduga Ada Propaganda dalam Kasus Amsal Sitepu, Komisi III DPR Panggil Kejari Karo dan Komjak
Nasional
Prabowo Bertemu Presiden Lee, Ingin Tingkatkan Kerja Sama Indonesia-Korsel
Prabowo Bertemu Presiden Lee, Ingin Tingkatkan Kerja Sama Indonesia-Korsel
Nasional
147 Juta Orang Telah Lakukan Perjalanan di Mudik Lebaran 2026
147 Juta Orang Telah Lakukan Perjalanan di Mudik Lebaran 2026
Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau