Editor
Penulis: BBC News Indonesia
KOMPAS.com - Balendra Shah, seorang penyanyi rap yang beralih menjadi politikus, dilantik menjadi perdana menteri Nepal, Jumat (27/3/2026), setelah memenangkan pemilu pada Maret lalu secara telak.
Naiknya Balendra ke pucuk pemerintahan tak lepas dari gelombang demonstrasi di Nepal, pada September 2025.
Pelantikan politikus berusia 35 tahun ini menjadi perdana menteri menandai pergeseran penting dalam perpolitikan Nepal.
Baca juga: Nepal Kembali Panas, Gen Z dan Loyalis Pemerintah Terguling Bentrok
Selama kampanye, janjinya untuk melakukan perubahan diterima para pemilih yang muak terhadap korupsi, nepotisme, dan pemerintahan yang dijalankan oleh dan untuk kepentingan elite.
Balenda Shah, yang populer dengan nama Balen, baru-baru ini merilis sebuah lagu yang liriknya penuh optimisme tentang masa depan Nepal.
"Nepal yang tak terpecah, kali ini sejarah sedang dibuat," ujarnya menyanyikan lagu itu.
Di Youtube, klip video tembang itu telah disaksikan lebih dari dua juta kali, beberapa jam setelah dirilis.
Lagu berjudul Jay Mahakaali tersebut mengingatkan kembali perjalanannya di kancah musik rap bawah tanah di Nepal.
Baca juga: Pegunungan Tersembunyi Nepal Jadi Daya Tarik Baru bagi Pendaki Dunia
Kala itu dia menggunakan musik untuk mengecam korupsi dan masalah sosial lainnya di Nepal.
Sebelum ini, Balen selama tiga tahun menjabat sebagai Wali Kota Kathmandu. Dia merupakan anggota Partai Rastriya Swatantra, yang menjadi penyokongnya pada pemilu lalu.
Para pendukungnya melihat Balen sebagai simbol perubahan dan terobosan dari kegagalan rezim sebelumnya.
Namun beberapa pihak mempertanyakan apakah Balen dan partainya mampu mewujudkan janji-janji berani mereka.
Baca juga: Gen Z Nepal Antusias Daftar Pemilih Usai Demo Mematikan Gulingkan Pemerintah
Balen lahir pada 1990 di Kathmandu. Dia merupakan putra bungsu di keluarganya.
Ayah Balen adalah seorang praktisi medis Ayurveda. Ibunya tinggal di rumah untuk mengurus keluarga.