Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profil Steven Lyons Buron Interpol, Bos Mafia Skotlandia yang Dibekuk di Bali

Kompas.com, 31 Maret 2026, 15:02 WIB
BBC News Indonesia,
Danur Lambang Pristiandaru

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Buron internasional asal Skotlandia yang ditangkap otoritas hukum Indonesia di Bali, Steven Lyons (SL), telah diserahkan ke Interpol dan bakal diterbangkan ke Spanyol pada Rabu (1/4/2026), ungkap pejabat kepolisian Indonesia.

"SL diserahkan ke Interpol Spanyol pada hari ini (Selasa) dan akan diterbangkan dari Bandara Ngurah Rai Bali ke Spanyol pada Rabu," kata Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Untung Widiyatmoko dalam jumpa pers di Denpasar, Bali, Selasa (31/3/2026)

NCB (National Central Bureau) adalah biro pusat nasional yang menjadi inti operasional Interpol di setiap negara anggota.

Baca juga: Wanita Yakuza Pertama Tobat, Kini Bimbing Eks Mafia ke Jalan Lurus

Steven Lyons dibekuk oleh petugas Imigrasi di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu (28/3/2026).

Kepolisian di Bali menyebut SL merupakan buron kepolisian Spanyol dan Inggris dalam kasus kriminal, narkotika, dan tindak pencucian uang.

Pria asal Skotlandia ini ditangkap setelah sistem mendeteksinya sebagai subyek Red Notice Interpol.

Dia baru saja mendarat dari rute penerbangan Singapura–Denpasar.

Baca juga: Kisah Eks Yakuza Wanita yang Tinggalkan Masa Lalu, Kini Jadi Pembimbing Mantan Mafia

Dia disinyalir menjadi dalang yang mengendalikan anggota jaringannya dalam operasi pengelolaan perusahaan fiktif serta tindak pidana pencucian uang atau money laundering.

Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya dalam jumpa pers di Denpasar, Selasa, mengatakan, penangkapan Steven Lyons merupakan bagian dari Operasi ARMORUM.

Operasi itu merupakan investigasi gabungan antara Unit Central Operativa (ECO Malaga) Garda Sipil Spanyol dan Kepolisian Skotlandia.

"SL terdaftar dalam Red Notice Interpol bernomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret dari Spanyol," kata Daniel Adityajaya, seperti dilaporkan wartawan Christine Nababan yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Selasa.

Baca juga: Ketua Suporter Garis Keras Inter Milan Bunuh Ahli Waris Mafia Ndrangheta

Sosok Steven Lyons

Steven Lyons disebut sebagai salah-seorang pimpinan mafia terkenal di Skotlandia.

Pria 45 tahun ini ditangkap oleh Imigrasi Indonesia di Bali setelah ada peringatan dari Interpol.

Permintaan penangkapan Lyons diyakini datang melalui otoritas hukum Spanyol.

BBC Scotland News memahami bahwa dia diperkirakan akan diekstradisi ke Spanyol.

Halaman:

Terkini Lainnya
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Dihantam Krisis, PM Malaysia Ajak Rakyat Fokus Hadapi Tekanan Ekonomi
Dihantam Krisis, PM Malaysia Ajak Rakyat Fokus Hadapi Tekanan Ekonomi
Global
Geopolitik Global Kini: Menutup Luka Perang, Membuka Jalan Damai
Geopolitik Global Kini: Menutup Luka Perang, Membuka Jalan Damai
Global
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
Baru Lolos Piala Dunia, Negara Ini Langsung Libur Nasional, Pesta Saat Hujan
Baru Lolos Piala Dunia, Negara Ini Langsung Libur Nasional, Pesta Saat Hujan
Global
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
Internasional
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Internasional
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Internasional
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
Internasional
Ketika Nelayan Natuna Terhimpit Kapal Asing dan Klaim Berlapis Laut China Selatan...
Ketika Nelayan Natuna Terhimpit Kapal Asing dan Klaim Berlapis Laut China Selatan...
Global
Terang-terangan, Israel Bakal Duduki Lebanon Selatan, Pemukiman Akan Dihancurkan
Terang-terangan, Israel Bakal Duduki Lebanon Selatan, Pemukiman Akan Dihancurkan
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Profil Steven Lyons Buron Interpol, Bos Mafia Skotlandia yang Dibekuk di Bali
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat