Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 4 Maret 2022, 09:44 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Treehugger

JAKARTA, KOMPAS.com - Kucing dan air kerap diasosiasikan tidak bisa bercampur. Begitu setidaknya kepercayaan atau pepatah lama mengatakan. 

Namun, hingga saat ini, ada beberapa kucing yang memang tidak menyukai air, bahkan takut terhadap air. 

Baca juga: Alasan Kucing Peliharaan Suka Bersembunyi di Bawah Tempat Tidur

Keengganan terhadap air ini umumnya dialami kucing rumahan atau kucing peliharaan. Ini juga menjadi salah satu karakteristik kucing rumahan yang paling terkenal.

Meski demikian, ini tidak berlaku untuk semua kucing. Beberapa ras kucing ada yang tidak takut air, bahkan menyukai berenang seperti Van Turki, Abyssinian, Maine coon, dan kucing Bengal.

Tentu saja, ketakutan kucing terhadap air bukan tanpa alasan. Para ilmuwan dan ahli perilaku hewan mengatakan ada berbagai alasan yang membuat kucing takut air

Dilansir dari Treehugger, Jumat (4/3/2022), berikut tiga penyebab kucing takut air

Baca juga: 5 Alasan Kucing Suka Berguling-guling di Lantai 

Evolusi

Ilustrasi memandikan kucing, kucing mandi, kucing.SHUTTERSTOCK/KD DESIGN STUDIO Ilustrasi memandikan kucing, kucing mandi, kucing.
Penyebab kucing takut air adalah evolusi. Kucing liar di iklim hangat akan berenang sesekali untuk menyegarkan diri, sebagian besar kucing domestik turun yang tinggal di daerah kering tidak berenang untuk bertahan hidup.

“Kucing domestik adalah keturunan dari kucing liar Arab. Nenek moyang mereka tinggal di daerah dengan perairan sangat sedikit. Mereka tidak pernah belajar berenang. Tidak ada keuntungan untuk itu,” kata John Bradshaw, profesor di Fakultas Ilmu Kedokteran Hewan Universitas Bristol, Inggris. 

Selain itu, menurut tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington dan Texas A&M, meski telah ribuan tahun hidup bersama manusia, kucing masih mempertahankan naluri yang sama seperti nenek moyang liar mereka. 

Ini berarti kucing selalu waspada terhadap potensi bahaya dan ingin tetap dalam kondisi baik ketika harus melawan atau melarikan diri.

Namun, ketika bulunya basah, kucing akan meresa terbebani, yang membahayakan kelincahan dan membuatnya rentan terhadap serangan. 

Baca juga: 5 Manfaat Memberikan Mainan Interaktif untuk Kucing Peliharaan 

Pengalaman buruk

Ilustrasi kucing mandiShutterstock/KDdesignphoto Ilustrasi kucing mandi
Selanjutnya, penyebab kucing takut air adalah pengalaman buruk atau kurangnya pengalaman terhadap air.

Misalnya, saat kucing peliharaan bermain air hujan, pemiliknya akan terpaksa memandikan kucing, bahkan menyemprotkan semprotan air sebagai tindakan disiplin.

Hal ini tidak mengherankan membuat kucing takut air lantaran pengalaman buruk yang dialaminya.

Sebaliknya, kucing yang telah dimandikan secara teratur sejak kecil atau terbiasa mendapat hal tersebut, mungkin tidak takut air, bahkan senang berenang.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau