Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tanaman Sayur yang Tidak Boleh Ditanam Bersama Tomat

Kompas.com, 18 September 2025, 10:23 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Tanaman tomat bisa dibilang rentan terserang hama dan mengalami sejumlah masalah pertumbuhan, seperti buah tidak kunjung merah, daun tanaman menguning, dan tomat retak atau terbelah. 

Untungnya, masalah ini mudah diatasi dengan memilih tanaman pendamping yang tepat untuk tomat serta mengetahui sayuran apa saja yang sebaiknya dijauhkan dari tomat. 

Baca juga: Penyebab Tomat Tidak Kunjung Merah dan Cara Atasinya

Pasalnya, ada beberapa tanaman akan merampas nutrisi, menghilangkan sinar matahari bagi tanaman tomat, meningkatkan risiko tanaman tomat terserang hama dan penyakit, serta secara aktif mengganggu perkembangan tomat. 

Jadi, penting menghindari menanam tanaman sayur ini bersama tomat agar dapat menikmati hasil panen tomat yang lezat, merah, besar, kaya air, serta tumbuh subur. 

Nah, dilansir dari Homes and Gardens, Kamis (18/9/2025), berikut beberapa tanaman sayur yang tidak boleh ditanam bersama tomat agar tumbuh subur. 

Kubis-kubisan

Ilustrasi tanaman brokoli.Pixabay/jsbaw7160 Ilustrasi tanaman brokoli.
Semua keluarga kubis-kubisan atau brassica yang harus dihindari ditanam bersama atau berdampingan dengan tomat, khususnya kubis-kubisan yang lebih besar, seperti kubis, kembang kol, brokoli, kangkung, dan kubis Brussel.

Tanaman kubis-kubisan besar ini merupakan tanaman yang membutuhkan banyak nutrisi serta menyerap banyak air dan nutrisi dari tanah.

Tanaman sayur ini mampu merampas nutrisi dari tanaman tomat, yang juga membutuhkan banyak nutrisi untuk tumbuh sehat serta mengembangkan dan mematangkan buah. 

Kekurangan nutrisi akan sangat mempengaruhi ukuran tomat dan potensi panen tomat. Karena kubis adalah sayuran rakus yang akan mendominasi ruang dan merampas nutrisi tersebut, mereka biasanya akan membuat tomat kurang berkembang. 

Baca juga: Cara Menanam Tomat agar Hasilkan Buah yang Besar

Kentang

Selanjutnya, tanaman sayur yang tidak boleh ditanam bersama tomat adalah kentang. Kentang berada dalam famili Solanaceae yang sama dengan tomat, tetapi itu tidak menjadikannya teman yang baik yang ditanam bersama. 

Kentang menginginkan nutrisi yang sama dan akan bersaing satu sama lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan dan sering kali tomat yang akan kekurangan nutrisi.

Menanam kentang dan tomat secara bersamaan juga tidak disarankan karena kedua tanaman sayur ini rentan terhadap penyakit yang sama, termasuk penyakit tomat, seperti layu bakteri dan hawar daun (baik hawar daun awal maupun akhir).

Jaga jarak aman saat menanam kentang untuk menghindari penyebaran penyakit jamur di antara kedua tanaman populer ini. 

Baca juga: Jangan Tanam 6 Tanaman Ini di Dekat Tomat, Bisa Ganggu Kesuburan 

Jagung

Ilustrasi jagung, tanaman jagung. PIXABAY/RALPH Ilustrasi jagung, tanaman jagung.
Jagung dan tomat sama-sama menyukai sinar matahari, perlindungan, dan tanah subur, tetapi tiga masalah potensial dapat muncul jika menanam keduanya secara bersamaan di kebun sayur.

Masalah ini meliputi keduanya merupakan tanaman yang membutuhkan banyak nutrisi sehingga akan bersaing memperebutkan nutrisi dan potensi jagung yang tumbuh tinggi untuk menaungi tanaman tomat yang lebih kecil dan menghambat perkembangannya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau